Selasa 01 Feb 2022 20:23 WIB

Sepekan Terakhir, Sepuluh Warga Agam Terpapar Covid-19

Sepuluh kasus aktif Covid-19 itu tersebar di tiga kecamatan.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Andi Nur Aminah
Peserta lomba mural bertema  pandemi Covid-19, di Sawahan, Padang, Sumatra Barat. Saat ini angka kasus positif Covid-19 di Sumbar terus naik (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Peserta lomba mural bertema pandemi Covid-19, di Sawahan, Padang, Sumatra Barat. Saat ini angka kasus positif Covid-19 di Sumbar terus naik (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LUBUK BASUNG -- Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Agam kembali meningkat dalam satu pekan terakhir. Satgas Penanganan Covid-19 daerah itu mencatat sebanyak sepuluh warga positif terpapar virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, mengatakan kasus warga terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Agam kembali mencuat setelah nihil penambahan kasus dalam beberapa bulan terakhir. “Selasa lalu Agam kembali mencatat kasus warga terkonfirmasi. Hingga Rabu lalu tercatat lima kasus, namun hari ini kami menerima laporan ada penambahan lima kasus lagi, total sepuluh warga terpapar,” kata Hendri, Selasa (1/2/2022).

Baca Juga

Pihaknya merinci, sepuluh kasus aktif Covid-19 itu tersebar di tiga kecamatan. Dua kasus di Kecamatan Tanjung Raya, tiga kasus di Kecamatan IV Koto dan lima kasus di Kecamatan Tilatang Kamang.

Saat ini yang menjalani perawatan di rumah sakit di Agam sebanyak tiga orang. Sisanya menjalani isolasi mandiri.

Jika diakumulasikan sejak kasus pertama pada Mei 2020 lalu sambung menurut Hendri, total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Agam tercatat sebanyak 7.818 kasus. 7.597 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan kasus meninggal dunia tercatat 211 orang.

Menurutnya penambahan kasus positif Covid-19 itu menjadi penanda agar tidak lengah dengan kemungkinan penyebaran Covid-19. Pihaknya mengingatkan, meskipun sudah divaksin, masyarakat tetap tidak boleh abai protokol kesehatan.

“Meskipun tingkat PPKM turun, masyarakat diminta terus menerapkan protokol kesehatan. Sebab, penularan covid cuma bisa dicegah dengan penerapan prokes,” ujar Hendri.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement