Selasa 08 Mar 2022 09:58 WIB

Ukraina Klaim Bunuh Perwira Tinggi Rusia

Ukraina mengklaim telah membunuh Mayor Jenderal Vitaliy Gerasimov dekat Kharkiv.

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Pemandangan alun-alun setelah penembakan gedung Balai Kota di Kharkiv, Ukraina, Selasa, 1 Maret 2022. Rusia pada Selasa meningkatkan penembakan di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, menghantam sasaran sipil di sana.
Foto: AP/Pavel Dorogoy
Pemandangan alun-alun setelah penembakan gedung Balai Kota di Kharkiv, Ukraina, Selasa, 1 Maret 2022. Rusia pada Selasa meningkatkan penembakan di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, menghantam sasaran sipil di sana.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Direktorat pertahanan intelijen Ukraina mengatakan kembali membunuh pemimpin militer Rusia. Kiev mengatakan telah "menyingkirkan" Mayor Jenderal Vitaliy Gerasimov dekat Kharkiv.

"Angkatan bersenjata penjajah kembali kehilangan perwira tinggi," kata direktorat Ukraina dalam unggahan mereka di Facebook dan Twitter seperti dikutip dari Navy News, Selasa (8/3/2022).

Baca Juga

Direktorat itu mengatakan Gerasimov tewas dalam pertempuran dekat Kharkiv. Menurut direktorat, Gerasimov merupakan komandan militer Rusia, kepala staf dan deputi pertama komandan Angkatan Darat ke-14 Distrik Militer Pusat.

Direktorat menambahkan  Gerasimov terlibat dalam "perang Chechen kedua dan operasi militer Rusia di Suriah." Ia menerima medali setelah pulang dalam pertempuran di Crimea.

Kedutaan Besar Rusia di Washington D.C belum menanggapi permintaan komentar. Pekan lalu media Rusia melaporkan seorang perwira militer lainnya tewas dalam perang di Ukraina.

Media Rusia melaporkan deputi komandan Tentara Gabungan ke-41 Distrik Militer Pusat Andrei Sukhovetsky tewas pekan lalu. Pravda.ru melaporkan salah satu rekannya Sergey Chipilev mengumumkan kematian Sukhovetsky dalam operasi militer di Ukraina di media sosial.

"Dengan rasa sakit yang mendalam, kami menerima berita tragis kematian teman kami, Mayor Jenderal Andrey Sukhovetsky di wilayah Ukraina dalam operasi khusus, kami mengungkapkan duka cita yang mendalam bagi keluarganya," tulis Chipilev dalam unggahannya.

Pravda.ru melaporkan Sukhovetsky lulusan Sekolah Tinggi Komando Lintas Udara Ryazan tahun 1995. "Seperti yang dilaporkan di situs Kementerian Pertahanan, ia memulai karirnya sebagai komandan pleton dan naik hingga ke kepala staf unit pasukan serangan udara," kata Pravda.ru dalam laporannya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement