Kamis 31 Mar 2022 10:34 WIB

Jurnalis Australia Cheng Lei akan Diadili di China Hari Ini

Lei diadili atas tuduhan spionase memberikan informasi mengenai pemerintahan China.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha
Petugas polisi China menjaga salah satu pintu masuk Pengadilan Menengah Rakyat No.2 Beijing sebelum persidangan reporter bisnis China-Australia Cheng Lei pada hari Kamis, 31 Maret 2022, di Beijing. Pengadilan terhadap jurnalis China Australia Cheng Lei atas tuduhan spionase dimulai Kamis di Beijing, dengan para diplomat menolak izin untuk menghadiri persidangan.
Foto: AP Photo/Ng Han Guan
Petugas polisi China menjaga salah satu pintu masuk Pengadilan Menengah Rakyat No.2 Beijing sebelum persidangan reporter bisnis China-Australia Cheng Lei pada hari Kamis, 31 Maret 2022, di Beijing. Pengadilan terhadap jurnalis China Australia Cheng Lei atas tuduhan spionase dimulai Kamis di Beijing, dengan para diplomat menolak izin untuk menghadiri persidangan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Jurnalis asal Australia Cheng Lei akan diadili di pengadilan Beijing, China, pada Kamis (31/3/2022). Dia diadili atas tuduhan spionase memberikan informasi mengenai pemerintahan China pada negara asing.

Mantan presenter terkemuka China Global Television Network (CGTN) ditahan sudah 19 bulan lamanya yaitu pada Agustus 2020 karena dicurigai membocorkan rahasia negara secara ilegal ke luar negeri. Seperti diketahui CGTN adalah jaringan televisi global milik pemerintah China.

Baca Juga

Anggota keluarga Cheng meyakini bahwa ia tidak bersalah. Cheng akan diadili di Pengadilan Menengah Rakyat No 2 Beijing pada Kamis pagi. Tidak ada informasi tentang kasusnya yang dapat ditemukan di situs web pengadilan, yang menurut para ahli tidak biasa untuk kasus-kasus yang melibatkan tuduhan spionase.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan pada pekan lalu bahwa kementeriannya telah meminta pejabat China untuk mengizinkan pejabat Australia menghadiri sidang Cheng sejalan dengan perjanjian konsuler antara kedua negara. "Kami berharap standar dasar keadilan, keadilan prosedural, dan perlakuan manusiawi terpenuhi, sesuai dengan norma internasional," bunyi pernyataannya.

Payne mengatakan para pejabat Australia telah melakukan kunjungan rutin dengan Cheng, terakhir pada 21 Maret. Australia sebelumnya mengatakan prihatin dengan kesejahteraan dan kondisi penahanan Cheng. Pihak Australia mengatakan Cina kurang transparan atas kasus tersebut.

Sebuah portal web lokal, China Justice Observer mencatat pengadilan China memiliki tingkat hukuman lebih dari 99 persen. "Dua anaknya dan orang tuanya yang sudah lanjut usia sangat merindukannya dan dengan tulus berharap untuk bersatu kembali dengannya sesegera mungkin," kata keluarga Cheng.

Pada konferensi pers awal pekan ini, seorang juru bicara kementerian luar negeri China tidak secara langsung menanggapi pertanyaan Reuters tentang apakah pejabat Australia akan diizinkan untuk hadir atau tidak. Namun ia mengatakan bahwa hak-hak Cheng akan sepenuhnya dijamin.

Mei lalu, dalam kasus terpisah di pengadilan yang sama, duta besar Australia untuk China ditolak masuk ke persidangan blogger Australia Yang Hengjun, yang dituduh melakukan spionase. Dalam persidangan Maret lalu terhadap mantan diplomat Kanada Michael Kovrig di pengadilan yang sama, pejabat Kanada ditolak masuk.

Cheng lahir di China dan pindah bersama orang tuanya ke Australia sebagai seorang anak. Kemudian dia kembali ke China di mana dia membangun karir televisi pertama kali dengan CNBC, mulai 2003, dan kemudian, mulai pada 2012, sebagai pembawa berita bisnis terkemuka untuk CGTN berbahasa Inggris Cina.

Pengadilan itu dilakukan ketika hubungan diplomatik antara Australia dan China tetap tegang. Canberra mendesak penyelidikan internasional terhadap sumber pandemi COVID-19 pada tahun 2020 dan Beijing menanggapi dengan pembalasan perdagangan.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement