Rabu 01 Feb 2023 16:46 WIB

Spanyol akan Kirim Lima Tank Leopard 2 ke Ukraina

Pada bulan ini Kiev mengamankan pasokan tank-tank tempur dari Barat.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nidia Zuraya
Tank Leopard (ilustrasi). Spanyol berencana mengirimkan antara empat sampai lima tank Leopard 2A4 ke Ukraina.
Foto: EPA-EFE/JAKUB KACZMARCZYK
Tank Leopard (ilustrasi). Spanyol berencana mengirimkan antara empat sampai lima tank Leopard 2A4 ke Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Surat kabar El Pais melaporkan, Spanyol berencana mengirimkan antara empat sampai lima tank Leopard 2A4 ke Ukraina. Negeri Matador bergabung dengan negara-negara Barat yang mengirimkan tank modern ke Ukraina untuk menghadapi invasi Rusia.

Pada Kamis (1/2/2023) sumber El Pais yang tidak disebutkan namanya mengatakan angka pastinya tergantung dari persedian tank Spanyol. Serta berapa banyak negara lain mengirimkan tank-tanknya ke Ukraina.

Baca Juga

Juru bicara Kementerian Pertahanan Spanyol belum menanggapi permintaan komentar. Pada bulan ini, Kiev mengamankan pasokan tank-tank tempur dari Barat. Saat Moskow berhasil meraih kemajuan besar di timur Ukraina.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan pada gelombang pertama pengiriman tank modern yang dijanjikan Barat, Ukraina akan menerima sekitar 120 sampai 140 tank.

Kuleba mengatakan, tank-tank itu antara lain Leopard 2 dari Jerman, Challenger 2 dari Inggris, dan M1 Abrams dari Amerika Serikat (AS). Ia menambahkan, Ukraina "sangat mengandalkan" pasokan tank Leclerc dari Prancis yang sudah disepakati.

Sebelumnya dilaporkan Ukraina juga sedang mencari bantuan pesawat tempur dari Barat. Namun langkah tersebut dianggap dapat meningkatkan eskalasi perang yang sudah berlangsung hampir satu tahun dan menyeret negara sekutu semakin dalam.

Ukraina mengatakan, pesawat tempur sangat penting untuk menghadapi superioritas Rusia di udara dan memastikan keberhasilan serangan balasan di masa depan. Tank-tank yang telah dikirimkan negara Barat dapat menjadi ujung tombak serangan balasan tersebut.

Belum ada tanda-tanda keputusan tentang pengiriman pesawat tempur ke Ukraina dan tidak ada tanda-tanda negara Barat akan mengubah sikap mereka dalam isu ini. Sekutu  juga tidak bersedia mengirimkan rudal jarak jauh yang dapat menjangkau wilayah Rusia. Sikap mereka pada pesawat tempur tampaknya serupa dengan rudal jarak jauh.

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement