Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Calon Wali Kota Muslim di AS Diancam akan Dibunuh

Rabu 14 February 2018 04:20 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Teguh Firmansyah

Islamofobia (ilustrasi)

Islamofobia (ilustrasi)

Foto: Bosh Fawstin
Regina Mustafa menganggap ancaman itu menggelisahkan.

REPUBLIKA.CO.ID, ROCHESTER -- Calon wali kota Rochester di AS yang merupakan seorang Muslim, menjadi perhatian. Ini setelah adanya ancaman pembunuhan yang ada di salah satu akun media sosialnya.

Regina Mustafa, yang mengumumkan pencalonannya pada 5 Februari lalu, mengatakan pada Senin (12/1) pagi bahwa ia menerima pemberitahuan mengenai sebuah komentar di salah satu unggahannya pada Juni 2017 lalu pada akun Google Plus miliknya.

 

Komentar tersebut, yang dibuat oleh sebuah akun yang disebut "Gerakan Milisi," mengatakan "Eksekusi semua Muslim di Amerika. "

"Itu (komentar) lebih dikatakan merupakan ancaman umum bagi semua Muslim di Amerika, tapi karena orang ini meluangkan waktu untuk mencari saya dan meninggalkan komentar ini, saya menganggapnya sebagai ancaman khusus," kata Mustafa seperti yang dilansir di Post Bulletin, Selasa (13/2).

Mustafa menyebut ancaman tersebut sebagai suatu yang menggelisahkan dan mengatakan bahwa ia telah melaporkannya ke Departemen Kepolisian Rochester. Meskipun begitu, ia mengakui bahwa melacak orang yang berada di belakang akun bisa jadi hal sulit.

Ancaman tersebut merupakan pesan paling mengancam yang pernah ia terima, sejak ia mengumumkan sebagai calon wali kota. dimana ada banyak komentar negatif dan "retorika anti-Muslim" yang dikirim melalui media sosial dan emailnya.

Komentar tersebut mendapat perhatian dari Dewan Hubungan Amerika-Islam Minnesota, yang meminta adanya penegakan hukum untuk menyelidiki kasus tersebut. "Kami mendesak otoritas penegakan hukum negara bagian dan federal untuk menyelidiki ancaman kekerasan implisit ini, yang menargetkan anggota komunitas minoritas yang ingin mengambil bagian dalam proses politik negara kami," kata Jaylani Hussein, direktur eksekutif CAIR-MN.

Ancaman tersebut bukan ancaman pertama yang Mustafa terima. Pada Agustus 2017, saat ia mencalonkan diri untuk duduk di kursi Kongres 1 untuk wilayah Minnesota,  seseorang mengomentari video YouTube yang menampilkan Mustafa.

Komentar tersebut menyatakan, "katakan pada Regina ia lebih rendah dari pada Jewish (orang Yahudi) yang menggunakan tampon, ia akan ditembak," bunyi komentar tersebut.

Mustafa juga mengajukan laporan ke Departemen Kepolisian Rochester untuk kasus tersebut. Namun, ia mengatakan tidak akan membiarkan komentar tersebut mengubah persepsinya tentang Rochester, atau negara bagian Minnesota.

"Itu tidak akan membuat saya melepaskan seluruh sifat baik yang saya tahu terwakili di masyarakat Minnesota dan negara secara keseluruhan," kata Mustafa.

"Saya akan lebih berhati-hati untuk maju, tapi saya tidak akan membiarkan hal itu mengubah arah saya dalam kampanye," tambahnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jujitsu West Java Open Championship I

Ahad , 18 February 2018, 20:49 WIB