Ahad 06 Sep 2015 21:15 WIB

AS Prihatin Rusia Bangun Pangkalan Militer di Suriah

Rep: RR Laeny Sulistyawati/ Red: Bilal Ramadhan
Ledakan setelah serangan udara AS di kota perbatasan Suriah, Kobane.
Foto: reuters
Ledakan setelah serangan udara AS di kota perbatasan Suriah, Kobane.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry, Sabtu (5/9) mengaku prihatin ketika mendengar laporan bahwa Rusia sedang melakukan pembangunan pangkalan militer di Suriah. AS menilai langkah Suriah tersebut untuk memperkuat Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Seorang Pejabat senior AS mengatakan bahwa pihaknya telah mendeteksi langkah-langkah persiapan Rusia, termasuk transportasi dari unit rumah prefabrikasi untuk ratusan orang mendirikan lapangan terbang Suriah.

‘’Ini menandakan bahwa Rusia sedang menyiapkan penyebaran aset alat militer yang berat disana,’’ kata seorang pejabat senior AS kepada Reuters.

Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan bahwa niat Rusia sebenarnya belum jelas, tetapi Kerry menyerukan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov untuk tidak meragukan posisi AS.Di antara langkah-langkah terbaru Rusia adalah pengiriman stasiun kontrol lalu lintas portabel untuk sebuah lapangan udara di dekat kota pelabuhan Latakia yang dikuasai Assad.

‘’Rusia juga telah mengajukan permintaan penerbangan militer dengan negara-negara tetangga,’’ kata pejabat AS.

Harian New York Times melaporkan, Rusia telah mengirimkan tim militer ke Suriah. Sumber itu mengatakan AS akan mengamati apakah peran militer Rusia yang meningkat akan digunakan untuk membantu Assad. Atau untuk memukul mundur kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang telah menguasai sejumlah wilayah Suriah dan Irak.

Sebelumnya Lavrov mengatakan bahwa AS harus bekerja sama dengan Assad untuk memerangi ISIS. AS dan Rusia telah lama berselisih terkait Suriah. Rusia mendukung Assad. Sedangkan AS menganjurkan transisi politik untuk mengakhiri pemerintahan Suriah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement