Sunday, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 February 2018

Sunday, 9 Jumadil Akhir 1439 / 25 February 2018

Fakta Kekerasan pada Muslim Rohingya akan Dibeberkan di PBB

Sabtu 23 September 2017 03:06 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Andi Nur Aminah

Pengungsi Rohingya berjalan menuju daratan perairan setelah mereka tiba dari Myanmar ke Bangladesh di Shah Porir Dwip, Bangladesh Kamis, (14/9).

Pengungsi Rohingya berjalan menuju daratan perairan setelah mereka tiba dari Myanmar ke Bangladesh di Shah Porir Dwip, Bangladesh Kamis, (14/9).

Foto: AP/ Dar Yasin

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Permanent Peoples Tribunal (PPT), sebuah badan dari Italia yang menangani isu HAM, akan memaparkan penemuan mereka terkait kekerasan dan genosida yang dialami Muslim Rohingya di hadapan PBB dan ASEAN. Salah seorang aktivis Dr Chandra Muzaffar mendesak PBB dan ASEAN mengambil tindakan terhadap kekerasanyang terjadi tersebut. "Kami mengecam krisis kemanusiaan dan genosida yang terjadi di Myanmar," ujar Muzaffar dikutip New Strait Times.

PTT  menemukan fakta bahwa pemerintah Myanmar bersalah atas kekerasan dan genosida yang dilakukan kepada populasi Muslim Rohingya. Fakta tersebut diungkapkan setelah Tribunal mendengarkan langsung testimoni lebih dari 200 korban.

PTT mendesak Myanmar untuk mengizinkan Badan HAM PBB melakukan investigasi dan mengumpulkan fakta kekerasan terhadap Muslim Rohingya. Lembaga ini juga meminta Bangladesh dan negara-negara ASEAN mengizinkan pengungsi Rohingya untuk menetap di negara mereka hingga pengungsi Rohingya mendapatkan hal sebagai warga negara dari Myanmar.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Susi Menang Duel Renang Lawan Sandi

Ahad , 25 February 2018, 14:43 WIB