Selasa 24 Oct 2017 03:58 WIB

12 Gerilyawan Taliban Tewas dalam Serangan Udara

Tentara Taliban sedang berjaga-jaga di Bamiyan, Afghanistan.
Foto: ap
Tentara Taliban sedang berjaga-jaga di Bamiyan, Afghanistan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAIMANA -- Sedikitnya 12 gerilyawan yang setia kepada faksi Taliban telah tewas dan dua lagi cedera dalam serangan udara di Provinsi Faryab, Afghanistan Utara, kata seorang pada Senin (23/10).

"Angkatan Udara di negeri ini melancarkan dua operasi udara berturut-turut pada Ahad malam (22/10), sehingga 12 petempur Taliban tewas dan dua lagi cedera di Kabupaten Pashtunkot dan Shirin Tagab di provinsi ini," kata Nasratullah Jamshidi, Juru Bicara Korps Shaheen 209.

Anggota Taliban, yang telah meningkatkan operasi mereka selama dua pekan belakangan, belum berkomentar. Pada Sabtu pagi, dua roket ditembakkan ke dalam kabupaten diplomatik di bagian tengah Ibu Kota Irak, Kabul, kata seorang saksi mata.

"Serangan itu terjadi sekitar pukul 06.10 waktu setempat, dan roket tersebut menghantam permukiman di Distrik 10 Kepolisian dan Distrik 9 Kepolisian di kota itu," kata saksi mata Mohammad Mansoor.

Beberapa gedung apartemen dan kedutaan besar asing berada di daerah yang diserang. Ia menyatakan suara tanda bahaya kedutaan besar asing terdengar tak lama setelah beberapa roket mendarat dan suara keras ledakan juga warga setempat panik.

Pada Jumat malam (20/10) seorang pengebom bunuh diri menewaskan sedikitnya 30 orang di dalam tempat ibadah Syiah di Kabul, yang terakhir dari serangkaian serangan terhadap kaum Syiah di negeri itu, kata seorang pejabat keamanan.

Serangan tersebut terjadi di Masjid Imam Saman di Bagian Dasht-e-Barchi di Kabul Barat, saat pemeluk Syiah sedang beribadah. Seorang pejabat senior keamanan mengatakan jumlah pasti korban jiwa tak diketahui tapi pasukan keamanan di lokasi telah memindahkan tak kurang dari 30 mayat.

Penduduk Syiah di Afghanistan telah menghadapi serangan keras tahun ini, dan sedikitnya 84 orang tewas serta 194 orang lagi cedera dalam berbagai serangan terhadap mereka, kata satu laporan yang disiarkan PBB pada pertengahan bulan ini. Di antara semua itu ada dua serangan terhadap tempat ibadah di Kabul pada Agustus dan September.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement