Kamis , 21 September 2017, 15:37 WIB

Abbas: Palestina-Israel akan Damai Berkat Trump

Rep: Marniati/ Red: Esthi Maharani
Republika/ Tahta Aidilla
Palestina
Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK--- Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengungkapkan optimismenya untuk mencapai kesepakatan damai dengan Israel tahun ini. Menurutnya, peran presiden AS Donald Trump terhadap isu tersebut akan membantu menciptakan kesepakatan di wilayah tersebut.

Abbas menemui Trump di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB untuk para pemimpin dunia di New York. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Trump

"Jika ini adalah bukti untuk apapun ini membuktikan keseriusan Yang Mulia, Tuan Presiden, untuk mencapai kesepakatan abad ini di Timur Tengah selama tahun ini atau dalam beberapa bulan mendatang, Insya Allah," ujar Abbas.

Abbas mencatat orang-orang Palestina telah bertemu dengan tim Trump lebih dari 20 kali sejak presiden AS menjabat pada bulan Januari lalu. Dalam pertemuan PBB, Abbas juga mendesak PBB untuk mengakhiri pendudukan Israel atas negara Palestina dalam sebuah jadwal yang ditetapkan.

Dia juga meminjam istilah kampanye Trump yang menggunakan ungkapan "menguras rawa" sebagai argumen untuk menangani konflik antara orang Palestina dan orang Israel. Trump menggunakan ungkapan serupa sebagai kandidat presiden untuk mengkritik politisi dan pembuatan kebijakan di Washington.

"Terlepas dari keraguan, menguras rawa pendudukan kolonial atas tanah kami dan mengakhiri praktik-praktiknya yang tidak adil, menindas dan ilegal terhadap rakyat kita akan sangat mempengaruhi perang melawan terorisme, merampas kelompok teroris dari salah satu kunci yang mengumpulkan seruan yang mereka eksploitasi untuk mempromosikan tindakan mereka yang menjijikkan." kata Abba

Menanggapi pernyataan Abbas, Trump mengatakan tim penasehatnya bekerja sangat keras dalam masalah ini, seperti juga Israel, Arab Saudi dan negara-negara lain.

"Saya pikir kita memiliki kesempatan yang sangat bagus, dan saya pasti akan mencurahkan segalanya dalam hati dan jiwa saya untuk mendapatkan kesepakatan itu," kata Trump.