Kamis 07 Dec 2017 03:50 WIB

MUI: Trump Punya Agenda Sangat Keji

Rep: Muhyiddin / Red: Reiny Dwinanda
Presiden AS, Donald Trump
Foto: The Daily Beast
Presiden AS, Donald Trump

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri, KH Muhyiddin Junaidi, mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempunyai agenda yang sangat keji di balik Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel" href="http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/17/12/06/p0iwmx377-trump-selangkah-lagi-akui-yerusalem-milik-israel" target="_blank">rencananya mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Donald Trump memang punya agenda sangat keji dan merugikan kepentingan umat Islam dunia, khususnya dunia Arab," ujar Kiai Muhyiddin saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (7/12).

Menurut Kiai Muhyiddin, kebijakan Trump tersebut harus disikapi secara serius, termasuk oleh pemerintah Indonesia.

Sebagai bentuk perlawanan, pemerintah Indonesia dapat saja menempuh langkah penarikan Kedutaan Besar Indonesia yang ada di Amerika Serikat. 

Ia menganggap, kebijakan Trump akan membuat Amerika Serikat dikucilkan oleh banyak negara di dunia. 

"Dunia internasional dan umat Islam harus melawannya dengan menarik para duta besar mereka dari AS dan membekukan hubungan diplomasi sebagai reaksi atas prilaku Donald Trump yang semena-mena," ucapnya.

Kiai Muhyiddin mensinyalir sikap trump terhadap Yerusalem sebenarnya juga merupakan upaya untuk mengalihkan opini publik tentang masalah domestik AS, khususnya terkait kasus hubungan rahasia dengan Rusia.

"Ini untuk mengalihkan publik opini tentang masalah domestik yang menyudutkan Donald Trump terutama setelah ditetapkannya Michael Flynn (mantan penasihat keamanan nasional Trump) sebagai tersangka dalam kasus hubungan rahasia dengan Rusia," kata Kiai Muhyiddin.

Trump telah mengumumkan kebijakan pemerintahannya yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Rabu (7/12) waktu setempat. Dia juga akan memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem.

"Sudah waktunya mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel," ujar Trump di Gedung Putih.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement