Rabu 10 Jan 2018 08:53 WIB

Pasukan Israel Bunuh 15 Anak Palestina selama 2017

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Remaja Palestina Fawzi al-Junaidi dikelilingi tentara Israel dengan mata tertutup.
Foto: Twitter/Ben White
Remaja Palestina Fawzi al-Junaidi dikelilingi tentara Israel dengan mata tertutup.

REPUBLIKA.CO.ID,  TEL AVIV -- Pasukan Israel disebut telah membunuh 15 anak Palestina yang masih di bawah umur selama 2017. Pembunuhan dilakukan di Tepi Barat yang diduduki Israel, yaitu Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Hal demikian disampaikan sebuah organisasi internasional non pemerintah. "Pasukan Israel telah membunuh 12 anak Palestina yang berusia antara 14-16 tahun," demikian pernyataan organisasi Defense for Children Palestine, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (10/1).

Pembunuhan atas 12 anak Palestina tersebut, dilakukan di Tepi Barat dan Yerusalem. Sementara tiga anak Palestina yang lain, di antaranya ada anak laki-laki berusia 9 tahun yang terbunuh di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan itu, 12 anak yang terbunuh itu tewas karena ditembak dengan amunisi secara langsung. Ada pula satu anak yang terbunuh dalam sebuah ledakan, dan dua anak lain tewas dalam baku tembak di Jalur Gaza.

Seperti diketahui, ketegangan yang terjadi di Palestina meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tepatnya pada 6 Desember 2017 lalu. Pengakuan Trump itu pun menuai kecaman dari banyak negara terutama dunia Arab dan Muslim.

Akibatnya, banyak warga Palestina yang berdemonstrasi sebagai bentuk protes. Satu bulan sejak Trump melontarkan pengakuan itu, sedikitnya 16 warga Palestina telah menjadi martir dan ribuan lainnya terluka saat bentrok dengan pasukan Israel di Tepi Barat, Yerusalem, dan Jalur Gaza.

Kepala Intelijen Israel: Kami Punya Mata dan Telinga di Iran

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement