Senin 26 Feb 2018 03:17 WIB

Resolusi Gencatan Senjata PBB tak Mempan di Ghouta Suriah

Serangan udara menghantam wilayah Ghouta meski ada resolusi gencatan senjata

Rep: Puti Almas/ Red: Nur Aini
Bangunan yang hancur akibat pengeboman di Ghouta timur, pinggiran Damaskus, Suriah, Kamis (22/2).
Foto: Ghouta Media Center via AP
Bangunan yang hancur akibat pengeboman di Ghouta timur, pinggiran Damaskus, Suriah, Kamis (22/2).

REPUBLIKA.CO.ID, GHOUTA -- Dewan Keamanan PBB telah menyetujui resolusi gencatan senjata selama 30 hari di Ghouta Timur, Suriah. Namun, hanya beberapa jam setelah kesepakatan dibuat, serangan udara dilaporkan menghantam wilayah tersebut tepatnya pada Ahad (25/2).

"Tidak ada yang berubah, serangan udara terus berlanjut bahkan mengenai sebuah rumah sakit bersalin Arbeen," ujar dokter yang bekerja di pinggiran Kota Gharsa, Hamza Hassan, dilansir CNN, Ahad (25/2).

Ia mengatakan serangan udara terjadi dengan dahsyat. Setidaknya ada tujuh orang yang diyakini tewas dalam kejadian ini. Hamza mengatakan nampaknya sasaran dalam serangan ini adalah wilayah yang menjadi basis pemberontak Suriah.

Ghouta Timur menjadi salah satu wilayah yang disebut oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebagai neraka dunia akibat konflik yang terus berkecamuk di sana. Lebih dari 520 orang telah tewas dan 2.500 terluka sejak pemboman yang tiada henti-hentinya terjadi di sana dalam waktu satu pekan terakhir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement