Kamis 24 Jun 2010 05:06 WIB

Sebanyak 245 Juta Penduduk Dunia Berstatus Janda

Red: irf
Ilustrasi
Foto: ap
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK--Istri mantan perdana menteri Inggris Tony Blair, Cherie Blair, Selasa (22/6) malam waktu New York meluncurkan hasil surveinya tentang nasib para janda di seluruh dunia. Dari hasil surveinya, kini terlihat bahwa jumlah janda di seluruh dunia mencapai 245 juta orang.

Tidak semua mereka memiliki nasib yang menggembirakan. Hasil survei Cherie Blair menunjukkan bahwa 115 juta janda di antaranya kini hidup dalam jurang kemiskinan. Invasi Amerika Serikat (AS) ke Afghanistan telah menjadikan sedikitnya 2 juta perempuan di wilayah tersebut menjadi janda. Sedangkan invasi AS di Irak menjadikan 740 ribu perempuan setempat menjadi janda.

"Di seluruh dunia, sebagian besar janda menjadi korban diskriminasi dan pelecehan," ujar Cherie Blair. Sebagian mereka, kata dia, juga hidup tanpa mendapatkan bagian harta saat bercerai dengan suaminya. Lebih memprihatinkan lagi, imbuh Cherie Blair, setelah bercerai, para janda itu dikucilkan oleh keluarganya.

Persoalan seperti ini, menurut dia, tidak hanya menjadi milik para janda yang hidup di negara berkembang. Janda-janda yang hidup di Eropa maupun Asia tengah juga mengalami hal serupa. Mereka harus menghadapi kemiskinan, diskriminasi, pelecehan, juga pengucilan dari keluargnya. Dari sekitar 245 juta janda, kini terdapat 500 juta anak tanpa ayah. Mereka sebagian besar juga hidup tanpa rumah, tidak sekolah, juga menjadi korban perdagangan manusia.

Lalu, di manakah negara yang kini dihuni paling banyak janda? Cina berada di urutan pertama dengan 43 juta janda. Kemudian India di urutan kedua dengan 42,4 juta janda, disusul AS dengan 13,6 juta janda, dan Indonesia di urutan keempat dengan 9,4 juta janda. Urutan berikutnya diduduki Jepang dengan 7,4 juta janda, Rusia (7,1 juta janda), Brasil (5,6 juta janda), Jerman (5,1 juta janda), lalu Bangladesh dan Vietnam (masing-masing sekitar 4,7 juta janda).

sumber : ap
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement