Jumat 23 Jul 2010 19:02 WIB

Hubungan Venezuela - Kolombia Memanas

Hugo Chaves
Foto: AP
Hugo Chaves

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS--Presiden Venezuela, Hugo Chavez, memutuskan hubungan diplomatik dengan Kolombia pada Kamis. Dia menuduh bahwa pemimpin tetangganya bisa mencoba untuk memancing perang.

Chavez mengatakan ia terpaksa memutuskan semua hubungan karena pejabat Kolombia mengklaim dirinya telah gagal untuk bergerak melawan pemberontak sayap kiri yang diduga telah berlindung di wilayah Venezuela. Ia meradang setelah Duta Besar Kolombia, Luis Alfonso Hoyos, dalam  pertemuan Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) di Washington mempertontonkan foto, video, kesaksian saksi, dan peta dari apa yang dia katakan sebagai kamp-kamp pemberontak. Ia juga menantang pejabat Venezuela untuk membiarkan pengamat independen mengunjungi mereka.

Baik Chavez maupun duta besarnya di  OAS langsung menjawab tantangan Kolombia dengan mengajak pihak lain untuk mengunjungi situs yang diduga sebagai kamp itu.

Di Washington, Hoyos mengatakan bahwa sekitar 1.500 pemberontak bersembunyi di Venezuela dan dia menunjukkan foto udara mengenai kamp itu.

Hoyos mengatakan bahwa pemerintah Presiden Kolombia Alvaro Uribe telah berulang kali meminta kerjasama Venezuela untuk mencegah gerilyawan bersembunyi di perbatasan yang memisahkan kedua negara. Dia menegaskan bahwa beberapa pemimpin pemberontak bersembunyi di Venezuela. "Kami memiliki hak untuk menuntut bahwa Venezuela tidak akan menyembunyikan apapun yang diinginkan oleh Kolombia," kata Hoyos, mendesak OAS untuk menyelidiki klaim Kolombia.

Sekretaris Jenderal OAS Jose Miguel Insulza kepada wartawan setelah sesi empat jam yang organisasinya menyatakan tak bisa membentuk  misi inspeksi tanpa persetujuan Venezuela.

Menteri Luar Negeri Venezuela Nicolas Maduro Chavez mengumumkan bahwa pemerintah telah menutup kedutaan besarnya di Bogota dan menuntut bahwa Duta Besar Kolombia di Caracas meninggalkan negara itu dalam waktu 72 jam.

Maduro mengatakan Kolombia telah memaksa Venezuela "main kasar" dan  menuduh Uribe dari terang-terangan berbohong tentang keberadaan pemberontak di Venezuela. "Uribe telah menempatkan hubungan politik dan ekonomi ke dalam lubang," kata Maduro.

Venezuela sedang mempertimbangkan langkah-langkah yang lain untuk memprotes "agresi Kolombia terhadap negara kita," kata Maduro televisi pemerintah tanpa menjelaskan lebih lanjut. Dia mengisyaratkan militer akan mengambil langkah-langkah untuk menjamin kedaulatan wilayah udara Venezuela.

Utusan Chavez ke OAS, Roy Chaderton, mengatakan foto-foto yang menunjukkan diplomat Hoyos tidak memberikan bukti yang kuat tentang kehadiran gerilya di Venezuela. Chavez menyatakan foto-foto itu mungkin palsu, dan mengatakan Uribe "adalah mampu melakukan apa saja."

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement