Selasa 17 Aug 2010 06:58 WIB

Israel Siapkan Perang Baru!

REPUBLIKA.CO.ID,RAMALLAH--Pimpinan militer Israel berniat mengusir puluhan ribu warga Palestina dari rumah-rumah mereka di Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam sebuah perang baru yang sedang mereka persiapkan, demikian sumber-sumber berbagai media Hibrani.

Direktorat Perencanaan Israel dikabarkan tengah mempersiapkan berbagai cara “quick removal” alias pengusiran warga Palestina dari berbagai desa dan kamp pengungsian dalam perang apa pun di masa mendatang, demikian diungkapkan oleh Palestinian Information Center (PIC).

“Kondisi sekarang, yang ditandai dengan bentrokan-bentrokan bersenjata serta penembakan-penembakan roket Gaza ke arah target-target Israel, sudah tidak bisa lagi didiamkan,” demikian diungkapkan sumber-sumber tersebut.

“Rencana baru ini disiapkan untuk menghabiskan upaya apa pun dari pihak ‘militan’ Palestina untuk ‘menjadikan orang-orang sipil sebagai perisai’ mereka,” demikian sumber-sumber media tersebut.

Menurut berbagai laporan, Departemen Perencanaan Angkatan Bersenjata Israel telah menyiapkan berbagai modus baru untuk menghadapi bentrokan-bentrokan bersenjata. Pihak militer Israel akan memerintahkan warga berbagai kota Palestina tempat terjadinya konfrontasi bersenjata untuk mengevakuasi rumah-rumah mereka dan mengungsi sementara waktu di daerah-daerah yang ditetapkan, “sampai permusuhan bersenjata berakhir.”

Sumber-sumber tersebut menambahkan bahwa warga Palestina mana pun yang menolak mengungsi akan digolongkan sebagai pelaku sabotase dan “harus bertanggungjawab karena bertahan di daerah tersebut.”

Sesudah proses evakuasi selesai, militer Israel akan menggunakan semua persenjataan yang dikuasainya untuk perang kota di berbagai jalan dan daerah berpenduduk.

Masih dalam konteks yang sama, Menteri Pertahanan Dalam Negeri Israel Yitzhak Aharonovich menyatakan kecemasannya akan kemungkinan terjadinya revolusi warga Palestina di daerah-daerah yang direbut Israel pada 1948, terutama sesudah terjadinya serangkaian penyerangan oleh pemerintah Israel baru-baru ini.

“Situasi di kawasan Arab di Israel ini sudah semakin parah dan bisa meledak sewaktu-waktu,” demikian Aharonovich dalam pertemuan dengan para wakil berbagai badan keamanan dan pengadilan Israel Sabtu kemarin.

sumber : sahabat al-aqsha
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement