Selasa 31 Aug 2010 03:43 WIB

Kapal Perang Cina Kunjungi Myanmar

REPUBLIKA.CO.ID, YANGON--Dua kapal perang Cina mengunjungi Myanmar selama beberapa hari untuk meningkatkan hubungan antara angkatan bersenjata kedua negara yang bersekutu itu, kata media resmi Cina, Senin. Kapal-kapal perang Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat itu merapat di pelabuhan Thilawa, Yangon Ahad petang dan akan melakukan serangkaian kegiatan dengan angkatan laut Myanmar, kata kantor berita Xinhua.

Misi lima hari itu bertujuan menigkatkan hubungan persahabatan antara angkatan bersenjata kedua negara dan pertukaran antara dua angkatan laut," kata laporan itu. Kapal-kapal perang itu, yang menurut Xinhua disambut dengan satu "acara besar", tiba ketika Myanmar bersiap-siap bagi pemilu pertamanya dalam 20 tahun pada 7 November yang dikecam luas oleh para aktivis dan Barat sebagai pura-pura.

Kendatipun banyak negara Barat mengenakan sanksi-sanksi langsung terhadap Myanmar, yang diperintah militer sejak tahun 1962, Cina tetap menjadi sekutu penting junta itu, mitra dagang dan investor dalam sektor sumber-sumber alam negara itu. Pada November produser minyak penting China mulai membangun sebuah pipa minyak di seluruh Myanmar

Negara ekomomi kuat Asia itu telah lama mempertahankan hubungan perdagangan, penjualan senjata dan menghindarkan negara itu dari sanksi-sanksi PBB karena melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Sebaliknya, Cina menjamin Myanmar yang stabil dan akses ke bahan mentah Myanmar, seperti kayu jati dan batu permata.

Hubungan antara dua negara itu sempat retak tahun lalu ketika terjadi serangan tentara junta Myanmar dan tentara etnik yang memberontak di wilayah timur laut yang menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi ke Cina. Menyusul peristiwa itu Cina mengeluarkan satu peringatan kepada Myanmar.

Masalah stabilitas perbatasan dibicarakan ketika Wen Jiabao mengunjungi Myanmar, Juni. Jiabao menjadi perdana menteri pertama Cina mengunjungi negara itu dalam 16 tahun. Ia bertemu dengan pemimpin junta, Than Shwe, dan kedua pihak menandatangani sejumlah perjanjian mengenai perdagangan, keuangan, energi, sains dan teknologi.

sumber : Ant
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement