Rabu 15 Dec 2010 21:32 WIB

Amankan Afghanistan & Irak, Militer AS Rekrut Para Penjahat

Tentara AS
Tentara AS

REPUBLIKA.CO.ID, Kekerasan yang selama ini dilakukan para tentara Amerika Serikat (AS) terjawab sudah. Sebab, hampir separuh dari tentara negeri Paman Sam yang dikirim ke Afghanistan dan Irak adalah penjahat.

Diungkapkan bahwa negara super power tersebut merekrut siapa pun termasuk penjahat yang bersedia mendaftar menjadi anggota militer negara ini. Para analis menilai lemahnya sistem seleksi memicu peningkatan jumlah kasus kekerasan di tubuh militer AS.

"AS merekrut siapapun yang bersedia mengenakan seragam militer, meski ia seorang tahanan yang dihukum karena kejahatan kekerasan," kata penulis dan komentator politik, Mark Glenn saat diwawancarai Press TV, kemarin Selasa (13/12).

"Militer AS mengambil siapa saja yang menyebabkan kian meningkatnya bahaya bagi tentara perempuan," tegas Glenn.

Glenn menambahkan, kerusakan moral dan spiritual merupakan masalah utama masyarakat Amerika, terutama di lingkungan militer, selama tiga generasi terakhir. Ia menilai militer AS menderita kemunduran sangat serius dalam hubungan masyarakat.

"Kegagalan di Irak dan perang Afghanistan semakin memperburuk situasi," ungkap penulis AS ini.

Serikat Pembebasan Sipil dan Jaringan Aksi Layanan Perempuan AS mengajukan gugatan terhadap Pentagon karena menolak mengungkap catatan kejahatan seks di tubuh militer negara ini.

Menurut gugatan itu, puluhan ribu anggota layanan telah melaporkan berbagai bentuk kekerasan seksual dalam dekade terakhir. Gugatan itu juga mengklaim pemerintah hanya menindak delapan persen dari pelaku kejahatan seks di militer AS.

sumber : IRIB/PH
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement