Rabu 02 Feb 2011 11:41 WIB

Paris Sita Pesawat Milik Keluarga Ben Ali

Presiden Tunisia, Zine al Abidin Ben Ali
Foto: AP PHOTO
Presiden Tunisia, Zine al Abidin Ben Ali

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS - Pemerintah Prancis menyita sebuah pesawat kecil milik keluarga presiden Tunisia yang terguling Zine El Abidine Ben Ali. Pesawat itu diparkir di sebuah bandara dekat Paris, kantor penuntut di Paris mengatakan, Selasa (1/2).

Uni Eropa,  Senin lalu, telah sepakat membekukan aset milik Ben Ali dan isterinya setelah ia terguling dari kekuasaan bulan lalu dalam pergolakan rakyat. Prancis telah memulai penyelidikan awal terhadap asetnya di negara itu.

Pesawat itu disita sebagai bagian dari penyelidikan tersebut. Penyelidikan dimulai setelah organisasi-organisasi swadaya masyarakat mengajukan tuntutan perkara agar aset Ben Ali di Prancis dikembalikan ke pemerintah Tunisia jika terbukti diperoleh secara tidak sah.

Satu sumber polisi mengatakan pesawat itu adalah sebuah jet pembom kecil. Pesawat itu disita di bandara Le Bourget, tempat pesawat itu telah diparkir selama beberapa hari, kantor penuntut tersebut merinci.

Ketiga LSM itu, Transparansi Internasioal, Sherpa dan Komisi Arab untuk Hak-hak Asasi Manusia, mengatakan pemimpin Tunisia yang dipecat itu dan keluarganya memiliki properti berharga  di sejumlah lokasi utama di Paris dan juga aset bank yang besar.

Ben Ali dan keluarganya memiliki saham di banyak perusahaan dan industri Tunisia dalam dua dasawarsa berkuasanya, termasuk di hotel, bank, ekspor tuna, konstruksi dan farmasi.

sumber : Antara/AFP

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement