Selasa 01 Mar 2011 17:59 WIB

Antisipasi Serangan Seksual, Jepang Pasang Kamera dalam Kereta

Suasana di dalam Metropolitan Subway di Tokyo
Suasana di dalam Metropolitan Subway di Tokyo

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO - Satu jalur kereta api di Tokyo akan memasang kamera keamanan dalam beberapa gerbong kereta untuk melawan pelecehan seksual saat jam ramai.

Polisi Tokyo melaporkan telah terjadi sekitar 2.000 kasus "perabaan" dalam setahun, atau lima kasus per hari, dalam kereta api. Itu belum termasuk kasus pelaku yang meraba hingga masuk ke dalam baju korban, yang dianggap secara penuh sebagai serangan seksual.

Atas permintaan dari pihak kepolisian, Keio Corp, yang mengoperasikan jalur penghubung antara stasiun besar Shinjuku dan wilayah perumahan di barat Tokyo, mulai memasang kamera pengintai di salah satu kereta sebagai percobaan pekan ini.

Perusahaan lain, East Japan Railway, telah memasang ke seluruh kereta di sepanjang jalur Saikyo. Jalur itu menghubungkan Tokyo dengan kota Saitama di prefektur barat laut, sejak tahun lalu, karena dikenal akan banyaknya kasus pelecehan seksual.

Menurut laporan media setempat dan sejumlah blog, beberapa pelaku di jalur Saikyo akan berkelompok dan mengatur diri. Mereka kemudian mengepung seorang target -- umumnya perempuan muda -- dan melecehkan secara seksual di siang hari.

Kepolisian kota Tokyo menyebutkan laporan kasus pelecehan berangsur menurun -- dari 2.471 pada 2005 menjadi 2.169 pada 2008. Penurunan terjadi berkat diberlakukannnya gerbong kereta khusus perempuan pada jam ramai.

Juru bicara Keio Corp mengatakan kereta api perusahaannya telah mencoba meningkatkan perhatian akan kerugian tindak perabaan dan tindakan kasar melalui adanya patroli petugas keamanan an pemasangan sejumlah poster.

sumber : Antara/AFP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement