Sabtu 12 Mar 2011 17:29 WIB

Evakuasi WNI Terhalang Lumpur

REPUBLIKA.CO.ID,TOKYO--Tim evakuasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang sedang menuju Sendai mengalami kendala karena terhalang lumpur pasca tsunami di Miyagi.

"Saat ini tim evakuasi yang dipimpin oleh Mayor Zaenal, fungsi pertahanan KBRI, sedang berusaha menuju lokasi mengingat lokasi cukup sulit dan jalan yang dipenuhi lumpur di daerah Miyagi," kata Fithra Faisal Hastiadi, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang, melalui pesan singkat, Sabtu.

Selain lumpur yang memenuhi jalanan di sekitar Miyagi, Fithra menambahkan, ruas jalan tol menuju lokasi daerah gempa terparah masih belum sepenuhnya berfungsi.

Fithra juga mengatakan tim evakuasi dari KBRI Tokyo diperkirakan akan tiba di lokasi pada pukul 22.00 waktu setempat. "Setibanya di lokasi, tim akan mendahulukan wanita, anak-anak dan lansia untuk dibawa ke Tokyo," katanya.

Menurutnya, jumlah pelajar Indonesia beserta keluarga mereka yang ada di Jepang mencapai lebih dari 100 jiwa. Saat ini tim Relief KBRI telah sampai di Fukushima dan terhalang longsor di area yang berjarak sekitar 50 km dari Perfektur Iwate dan Miyagi.

Sebelumnya, Duta Besar (Dubes) RI untuk Jepang Muhammad Lutfi mengatakan 95 kepala keluarga (KK) WNI di Jepang telah dinyatakan selamat dan diketahui keberadaannya. "Mereka sudah dapat dihubungi dan berada di sejumlah pengungsian di Jepang. Mereka semua dalam keadaan sehat dan selamat," kata Lutfi .

Pemerintah Jepang telah mengerahkan helikopetr untuk mengevakuasi korban di Kesennuma city, Miyagi. Jepang dilanda gempa bumi berkekutan 8.9 Skala Richter (SR) pada Jumat (11/3) siang pukul 14.46 waktu setempat. Gelombang tsunami setinggi 10 meter menyusul setelah gempa bumi dan meluluhlantakkan Miyagi dan Prefektur Iwate, dua daerah yang terparah.

Sementara itu, menurut badan meteorologi dan geofisika Amerika Serikat (USGS), gempa susulan berkekuatan 6.8 SR kembali mengguncang wilayah pantai timur Jepang, seperti dilansir AFP, Sabtu.

Gempa susulan ini, menurut USGS, berada di kedalaman 24 kilometer dan berpusat di 174 km arah timur dan timur laut kota Sendai.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement