Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Seorang Warga Australia Diserang di Bali

Selasa 19 Nov 2013 16:23 WIB

Red:

Warga Australia

Warga Australia

CANBERRA -- Seorang pria Australia, Matt Scarff, diserang di luar sebuah klub malam di Bali, akhir pekan lalu dan sampai kini masih mengalami koma di rumahsakit setempat.

Pria berusia 41 tahun ini, menjalankan sebuah sekolah selancar di Pulau Dewata. Ia tinggal di Bali dan juga di Byron Bay, Negara Bagian New South Wales, Australia. 

Sepupunya, Tony Maguire, mengatakan bahwa Scarff diserang saat meninggalkan sebuah klub malam, Jumat (15/11) lalu. “Ia dibawa ke sebuah rumah sakit di Bali, dan, sayangnya itu salah satu rumah sakit paling buruk di sana, bukan rumah sakit internasional,” jelasnya. “Itu hari Sabtu pagi, dan sejak saat itu dia masih di sana dalam kondisi yang cukup buruk.”  

Menurut Maguire, Scarff telah menjalani operasi untuk meringankan tekanan pada otak. “Ia sadar, kemudian kehilangan kesadaran, silih berganti, namun ia belum membuka matanya, atau berbicara atau mengenali siapapun,” ujarnya.

“Kemarin diputuskan bahwa mereka harus menjalankan operasi otak. Mereka juga melihat ada gumpalan darah di kepalanya, jadi tidak bisa melakukan operasi pemboran yang biasa. Mereka harus menyingkirkan sebagian tulang tengkoraknya,” jelasnya lagi.

Maguire menambahkan, dokter-dokter di Bali telah memberi lampu hijau agar Scarff dipindahkan ke Darwin.

Scarff menderita infeksi bagian dada, dan keluarganya berharap ia bisa dipindahkan secepat mungkin.

Scarff tidak memiliki asuransi perjalanan, dan Maguire tengah menggalang dana untuk membantu membayar biaya penerbangannya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA