Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Perempuan Pelempar Telur ke Kepala PM Australia Resmi Jadi Terdakwa

Senin 27 Mei 2019 12:58 WIB

Red:

abc news

abc news

Amber Holt melempar telur ke kepala PM Australia saat kampanye.

Amber Holt, perempuan yang melemparkan telur ke kepala Perdana Menteri Australia Scott Morrison saat berkampanye beberapa waktu lalu, resmi dijadikan terdakwa di Pengadilan Albany, Australia Barat.

Holt (24 tahun) didakwa melakukan penyerangan, dan juga memiliki obat terlarang setelah dia melemparkan telur ke kepala PM Morrison, namun telur tersebut tidak pecah.

PM Morrison saat itu sedang berbicara dengan pendukungnya dalam kampanye pemilu bersama organiasi Country Women's Association (CWA) awal Mei lalu.

Polisi menemukan ganja ketika melakukan pemeriksaan terhadap Holt. Dia telah ditahan sejak peristiwa pada 7 Mei itu.

Dalam persidangan hari Senin (27/5/2019), Holt mengaku bersalah atas kepemilikan narkoba, namun pengacaranya mengatakan terdakwa masih akan berkonsultasi mengenai tuduhan penyerangan.

 

Telur yang dilemparkan tersebut tidak pecah, namun dalam insiden ini, seorang perempuan berusia 70 tahun terjatuh.

Amber Holt sekarang dibebaskan dengan jaminan, dan akan diajukan lagi ke Pengadilan Albany bulan Juli.

 

PM Morrison sedang berada di Albany sebagai bagian dari kampanye pemilu sebagai pimpinan Partai Liberal, yang akhirnya dimenangkan oleh partai berkuasa tersebut.

Menurut polisi, Holt berjalan di belakang PM Morrison dan melemparkan telur yang mengenai kepala PM.

Dalam insiden itu, PM Morrison lebih mengkhawatirkan keadaan seorang perempuan lansia Margaret Baxter, yang terjatuh karena keributan yang ditimbulkan.

"Saya membantu dia berdiri dan memeluknya," kata PM Moorison di akun Twitternya.

Di hari kejadian, Baxter mengatakan dia terjatuh terduduk namun tidak mengalami kesakitan.

"Saya baru saja mengalami operasi di bagian perut, sehingga saya memegang bagian perut untuk memastikan tidak terkena pukulan atau injakan," katanya.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA