Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Keluarga Korban Ethiopian Airlines Kehilangan Tiga Generasi

Kamis 14 Mar 2019 16:19 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Pesawat Ethiopian Airlines.

Pesawat Ethiopian Airlines.

Foto: AP
Keluar dari Kanada melakukan perjalanan dengan Ethiopian Airlines untuk liburan.

REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO -- Sebuah keluarga di Kanada kehilangan tiga generasinya dalam kecelakaan Ethiopian Airlines ET-302 yang jatuh pada Ahad (10/3) lalu. Mereka melakukan perjalanan ke Kenya dalam rangka liburan keluarga.

Keluarga yang meninggal dunia tersebut antara lain Prerit Dixit (43 tahun) dan istrinya Kosha Vaidya (37 tahun), bersama kedua putri mereka Ashka Dixit (14 tahun) dan Anushka Dixit (13 tahun). Selain itu, mereka juga mengajak kedua orang tua Kosha Vaidya yakni Pannagesh Vaidya (73) dan Hansini Vaidya (67). Keluarga ini diketahui tinggai di Brampton, pinggiran kota Toronto.

"Kejadian ini sangat mengerikan dan tragis. Seolah-olah seluruh sistem pendukung saya telah hilang, saya tidak tahu bagaimana kami menghadapi tragedi ini," ujar Manant Vaidya yang merupakan saudara perempuan dari Kosha Vaidya, Kamis (14/3).

Manant mengatakan, Dixit dan istrinya, Kosha Vaidya terbang ke Kenya untuk menunjukkan tanah kelahirannya kepada dua putrinya. Perjalanan itu semestinya menjadi liburan yang menyenangkan, karena kedua orang tua mereka akan kembali menginjakkan kaki ke Kenya untuk pertama kalinya sejak 50 tahun.

Manant Vaidya diketahui bekerja untuk Thomson Reuters. Dia berencana terbang ke Ethiopia pada akhir pekan ini, kemudian melanjutkan perjalanan ke Mumbai untuk melakukan ritual terakhir bagi keluarganya yang menjadi korban ET-302.

Adapun Dixit bekerja di perusahaan pengujian medis, LifeLabs sebagai teknisi laboratorium dan profesional laboratorium untuk Public Health Ontario. Sementara, Kosha Vaidya merupakan penasihat untuk Canadian Hearing Society sejak 2017.

Amerika Serikat mengeluarkan perintah darurat untuk mendaratkan semua pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 dan MAX 9, Rabu (13/3) waktu setempat. Keputusan itu diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyusul kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines.

AS akan mengikuti Eropa dan negara-negara lainnya yang telah menghentikan penerbangan jenis pesawat tersebut karena masalah keamanan. "Kami akan mengeluarkan perintah darurat larangan untuk mendaratkan semua penerbangan 737 MAX 8 dan 737 MAX 9 dan pesawat yang terkait dengan jalur itu," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Kamis (14/3).

Trump mengatakan, Badan Penerbangan Sipil AS (FAA) akan mengeluarkan pernyataan atas keputusan tersebut. "FAA siap untuk membuat pengumuman yang sangat singkat mengenai informasi baru dan bukti fisik yang telah kami terima dari situs, dan dari lokasi lain dan melalui beberapa keluhan lainnya," ujar Trump.

Trump mengatakan kebijakan larangan terbang berlaku untuk setiap pesawat jenis tersebut. Dia menambahkan semua maskapai dan pilot yang terkena dampak telah diberitahu.

Trump menegaskan keselamatan rakyat Amerika adalah perhatian utama. Karena itu keputusan untuk melarang pesawat itu saat ini adalah keputusan yang tepat. Kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines, adalah kecelakaan kedua jenis Boeing 737 MAX 8 dalam waktu kurang dari lima bulan dari jatuhnya pesawat Lion Air di Indonesia.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA