Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Pengacara Gembong Narkoba Minta Pengadilan Baru

Rabu 27 Mar 2019 04:21 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Hasanul Rizqa

Bos kartel narkoba terkuat di Meksiko, Joaquin

Bos kartel narkoba terkuat di Meksiko, Joaquin

Foto: Reuters/Henry Romero/File Photo
Pengacara menilai ada informasi yang tidak seharusnya tersiar.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Pengacara gembong narkoba asal Meksiko, Joaquin Guzman alias El Chapo meminta pengadilan mengesampingkan hukuman pada pasal penyeludupan obat bius. Dia pun meminta adanya pengadilan baru karena menilai telah terjadi kesalahan dewan juri sehingga kliennya itu kehilangan hak konstitusional.

Dalam pengajuan kepada pengadilan federal di Brooklyn, New York, Amerika Serikat (AS), pengacara Eduardo Balarezo meminta persidangan baru. Menurut kuasa hukum El Chapo itu, permintaan itu sebagai respons atas sebuah artikel di Vice News yang mengabarkan sejumlah dewan juri telah mengabaikan larangan hakim tentang liputan media selama persidangan 11 pekan.

Baca Juga

Artikel yang terbit pada 20 Februari itu didasarkan pada wawancara dengan juri yang tidak disebutkan namanya. Di dalamnya terkuak, setidaknya lima anggota juri telah melanggar perintah Hakim Brian Cogan untuk tidak menuturkan perihal kasus Guzman di media massa atau media sosial.

Karena "bocor" di media massa, anggota dewan juri diduga terimbas "banjir" informasi prasangka yang tidak diterima di persidangan. Artikel lain yang menjadi sorotannya adalah artikel terbitan New York Times. Itu berdasarkan pengajuan pengadilan publik yang mengatakan Guzman telah membius dan memperkosa gadis-gadis usia 13 tahun. Guzman sebelumnya membantah tuduhan itu.

Artikel juga mengatakan juri mengetahui dari Twitter bahwa Cogan akan bertanya apakah mereka telah melihat artikel Times. "Kami semua membantahnya, tentu saja," kata juri yang tidak disebutkan namanya itu, dikutip dari Vice.

"Jika ukuran sistem peradilan adalah cara memperlakukan sistem yang paling dicerca dan tidak disukai, maka sistem kami mungkin telah mengecewakan Joaquin Guzman dengan menolaknya atas persidangan yang adil di hadapan juri yang tidak ternoda yang menurutnya berhak secara konstitusional," kata Eduardo Balarezo, salah seorang pengacara Guzman, seperti dikutip Reuters.

Dia mengaku ingin pemeriksaan yang mendalam, apakah ada kesalahan juri atau tidak. Hal ini pun mengharuskan juri, yang telah turut hadir di pengadilan selama persidangan di bawah pengamanan ketat, diinterogasi sendiri. "Kami berharap dapat membenarkan hak-hak-nya dalam persidangan baru," ujar Balarezo.

Guzman (61 tahun) dijatuhi hukuman pada 12 Februari lalu atas 10 tuduhan yang dihadapinya. Dewan juri telah mendengar bukti lebih dari 50 saksi penunutut. Para saksi bersaksi atas apa yang belum pernah terjadi sebelumnya pada cara kerja dalam Kartel  Snaola, kartel narkoba terbesar.

Jaksa penuntut umu mengatakan, Guzman memperdagangkan berton-ton kokain, heroin, ganja, dan metamfetamin ke Amerika Serikat (AS) selama lebih dari dua dekade. Ia mengumpulkan kekuatan di Meksiko melalui berbagai pembunuhan, dan perang dengan kartel-kartel saingan. Guzman menghadapi hukuman penjara sumur hidup pada persidangan yang dijadwalkan 25 Juni.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA