Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

AS Minta Inggris tak Gunakan Teknologi Huawei

Selasa 04 Jun 2019 11:52 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani

Huawei

Huawei

Dikhawatirkan Cina akan memata-matai komunikasi intelijen dan mencuri data

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON --- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menekankan, kerja sama keamanan dan jaringan intelijen Barat dapat dirugikan jika London menggunakan teknologi dari Huawei. Pemerintahan Trump mengatakan kepada sekutunya agar tidak menggunakan teknologi 5G buatan Huawei, karena dikhawatirkan Cina akan memata-matai komunikasi intelijen dan mencuri data yang penting.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan kepada Inggris bahwa mereka perlu mengubah sikapnya terhadap Cina dan Huawei. Sebab, keduanya merupakan ancaman bagi negara Barat, mirip seperti yang pernah dilakukan oleh Uni Soviet. Inggris dan AS memiliki hubungan aliansi yang bertahan cukup lama.

"Kami sudah jelas, permintaan kami adalah bahwa sekutu kami dan mitra kami dan teman-teman kami tidak melakukan apa pun yang akan membahayakan kepentingan keamanan bersama kami atau membatasi kemampuan kami untuk berbagi informasi sensitif," kata Pompeo.

Trump melakukan serangkaian kunjungan kenegaraan selama tiga hari ke Inggris. Kunjungan tersebut dalam rangka merayakan hubungan persahabatan antara kedua negara, meningkatkan hubungan perdagangan pasca Brexit, dan menegaskan kembali kerja sama keamanan menjelang peringatan 75 tahun D-Day dalam Perang Dunia Kedua.

Pada kunjungan hari kedua, Trump akan fokus pada pembicaraan politik. Trump diagendakan untuk menghadiri sarapan bersama para pemimpin bisnis Inggris, dan melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Theresa May di 10 Downing Street. Malam harinya, Trump akan menggelar konferensi pers dan makan malam di kediaman duta besar AS untuk Inggris.

Kedatangan Trump ini disambut oleh protes warga London yang menampilkan balon bayi Trump berukuran besar. Walikota London, Sadiq Khan juga menggambarkan Trump sebagai salah satu contoh paling mengerikan dari ancaman global yang sedang tumbuh dan menyebutnya sebagai fasis abad ke-20.

Sebelum kedatangannya, Trump telah menciptakan turbulensi politik yang cukup besar dengan komentar tentang ras kepemimpinan Tory, Brexit dan Duchess of Sussex. Puluhan ribu pengunjuk rasa juga diperkirakan turun ke jalan untuk berdemonstrasi menentang kunjungan Trump tersebut.

Brexit adalah langkah geopolitik yang paling signifikan bagi Inggris sejak Perang Dunia Kedua. Jika itu terjadi, London akan lebih bergantung pada AS karena sudah tidak ada ikatan dengan 27 anggota Uni Eropa.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA