Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Boeing Belum Dapat Pesanan Pesawat di Paris Air Show

Selasa 18 Jun 2019 07:46 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Ani Nursalikah

Pekerja merakit Boeing 737 MAX 8 di fasilitas perakitan pesawat di Washington, Amerika Serikat.

Pekerja merakit Boeing 737 MAX 8 di fasilitas perakitan pesawat di Washington, Amerika Serikat.

Foto: AP Photo/Ted S. Warren
CEO Boeing mengatakan Paris Air Show kesempatan untuk meyakinkan pelanggan.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Boeing tidak mendapatkan satu pun pesanan baru untuk pesawatnya pada hari pertama pertunjukan Paris Air Show. Sedangkan menurut perusahaan konsultan penerbangan IBA.iQ, Airbus mencatat pesanan dan opsi untuk 123 pesawat.

Baca Juga

CEO Boeing Dennis Muilenburg mengatakan pertunjukan udara ini bukan tentang pesanan, melainkan sebagai kesempatan bagi perusahaannya untuk meyakinkan pelanggan dan pemasok bahwa Boeing membuat kemajuan agar 737 MAX yang dilarang terbang kembali mengudara.

"Kami akan mengembalikannya kembali ke udara ketika aman. Itu adalah hal yang paling penting di sini," kata Muilenburg dilansir di CNBC, Selasa (17/6).

Boeing memang mengumumkan divisi leasing pesawat General Electric, GECAS, akan mengubah pesanan sebelumnya dari 10 pesawat 737-900 menjadi model pesawat barang. Sebagai perbandingan, Airbus terbang ke Paris berharap untuk mendapat sebagian besar pesanan pesawat baru dengan memperkenalkan pesawat berbadan sempit baru, A321XLR.

Itu terjadi Senin pagi ketika Air Lease Corporation, yang menyewakan ratusan pesawat ke maskapai penerbangan di seluruh dunia, memesan 11 miliar dolar AS untuk 100 pesawat Airbus, termasuk 27 XLR. CEO Air Lease John Plueger mengatakan XLR akan menjadi blockbuster ketika pengiriman pertama dimulai pada 2023.

"Menurut kami, ini adalah pengganti 757 yang sebenarnya, tetapi dengan bahan bakar yang jauh lebih efisien," kata Plueger.

CEO Airbus Guillaume Faury yakin versi lebar A321LR akan disertifikasi dalam empat tahun ke depan. "Kami pikir ada permintaan kuat untuk pesawat," katanya setelah meluncurkan pesawat tersebut.

IBA.iQ mengatakan keseluruhan pesanan pada pertunjukan udara tahun ini diperkirakan menjadi yang terendah sejak 2016.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA