Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Presiden Suriah akan Berkunjung ke Korut

Senin 04 Jun 2018 08:11 WIB

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Nidia Zuraya

Bashar Al-Assad

Bashar Al-Assad

Foto: myfirstclasslife.com
Kedua negara ini telah menghadapi isolasi internasional

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Media pemerintah Korea Utara (Korut) KCNA melaporkan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad akan berkunjung ke negara tersebut. Ini akan menjadi kunjungan pertama oleh seorang kepala negara internasional ke negara itu sejak Kim Jong-un berkuasa.

Assad dikatakan telah mengatakan kepada utusan Korut untuk Damaskus, Mun Jong-nam, bahwa dia akan melakukan perjalanan untuk pertemuan pada 30 Mei. "Saya akan mengunjungi DPRK dan bertemu dengan Pimpinan Kim Jong-un," kata Assad, menggunakan akronim untuk nama lengkap Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.

"Saya yakin dia akan mencapai kemenangan akhir dan mewujudkan reunifikasi Korea tanpa gagal," tambah Assad. Tidak ada komentar langsung dari kantor presiden Suriah.

Menurut laporan Aljazirah, Senin (4/6), Pyongyang dan Damaskus mempertahankan hubungan baik. Pemantau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuduh Korut bekerja sama dengan Suriah untuk memasok senjata kimia. Tuduhan tersebut ditolak oleh Korut.

Kedua negara telah menghadapi isolasi internasional. Korut karena program senjata nuklirnya, dan Suriah atas taktiknya selama perang sipil berdarah.

Sejak mengambil alih kekuasaan pada tahun 2011, Kim belum secara terbuka bertemu dengan kepala negara lain di Korut.Kerja sama militer yang erat antara kedua negara dimulai ketika Korut mengirim sekitar 530 tentara, termasuk pilot, supir tank dan personel rudal, ke Suriah selama perang Arab-Israel pada Oktober 1973.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA