Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Cina tak Takut Tekanan Internasional, 'Kecilkan' Kanada

Kamis 17 Jan 2019 15:12 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

PM Kanada Justin Trudeau.

PM Kanada Justin Trudeau.

Foto: Sean Kilpatrick/AP
Robert Schellenberg divonis mati karena terbukti menyuludupkan narkoba.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina mengaku tak khawatir dengan tekanan internasional menyusul hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan terhadap warga negara Kanada. Robert Schellenberg divonis mati karena terbukti menyuludupkan narkoba dari Cina ke Australia.

Dalam konferensi pers harian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying mengatakan 'sekutu Kanada dapat dihitung dengan jari' dan pandangan mereka tidak mencerminkan masyarakat internasional.

"Saya dapat dengan jelas mengatakan kami tidak khawatir sedikit pun," kata Hua, Kamis (17/1).

Hua mengatakan sebagian besar masyarakat Cina mendukung hukuman berat untuk kejahatan narkoba. Pada  Senin (14/1) Schellenberg dihukum mati pengadilan di Cina setelah dituduh berencana menyeludupkan methamphetamine.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menuduh Cina melakukan tindakan 'sewenang-wenang'. Beberapa hari terakhir ini Trudeau berbagi keprihatinannya tentang kasus Schellenberg dengan beberapa pemimpin negara lainnya.

Baca juga,  Cina Vonis Mati Warga Kanada, Aksi Balasan?

Ia juga berbagi kekhawatiran tentang dua warga negara Kanada yang ditahan Cina pada bulan lalu setelah Kanada menahan petinggi perusahaan telekomunikasi Huawei, Meng Wanzhou.

Keputusan hukuman mati Schellenberg memperburuk hubungan Cina-Kanada pascapenangkapan Meng. Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland menanggapi pernyataan Hua tersebut. Freeland mengatakan Uni Eropa yang terdiri dari 28 negara anggota sudah menawarkan dukungan mereka.

"Kami sangat senang mendapat dukungan dari Uni Eropa yang mana seperti Kanada percaya pada hukum," kata Freeland sebelum rapat kabinet di Quebec, Kanada.

Namun, ia juga menekankan Kanada dan Cina memiliki hubungan yang luas dan baik. Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat juga sudah mengeluarkan pernyataan tentang hukuman mati Schellenberg.

"Kami mengungkapkan keprihatinan tentang penahanan sewenang-wenang dan keputusan hukuman yang bermotif politik yang dialami warga negara Kanada," kata Kementerian Luar Negeri AS dalam pernyataan mereka.

Beberapa hari setelah Meng ditahan, Cina menahan dua warga negara Kanada yang mereka curigai tengah membahayakan keamanan dalam negeri mereka. Satu diantaranya mantan diplomat, Michael Kovrig.

Duta besar Kanada untuk Cina John McCallum mengatakan perselisihan ini tidak dapat berakhir dengan cepat. Ia berjanji untuk meminta bantuan sekutu terutama Amerika Serikat dan komunitas bisnis.

Cina bantah

Cina membantah adanya hubungan antara penahanan dua warga negara Kanada tersebut dengan penahanan Meng. Tapi sebelum mereka menahan warga negara Kanada, pejabat Cina sempat mengatakan akan ada konsekuensi yang akan dihadapi Kanada jika mereka tidak melepaskan Meng.   

Tabloid yang dikelola pemerintah Cina, the Global Times menulis Cina tidak akan bersikap lunak pada kasus ini. "Kanada tidak memiliki kartu khusus yang membuat hukum Cina menundukan kepalanya," tulis the Global Times dalam editorial mereka.

 

Pada hari Selasa (15/1) Freeland mengatakan Kanada sudah mengajukan permohonan grasi terhadap Schellenberg. Tapi Hua mengatakan keputusan pengadilan tidak bisa diintervensi urusan administratif.

"Anda bertanya apakah Cina ingin mendengarkan permintaan pihak Kanada, tapi saya tak tahu jika pemimpin atau politisi Kanada dengan serius mendengarkan posisi Cina," kata Hua.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB