Ahad 10 Feb 2019 21:58 WIB

Ini Faktor Minat Orang Indonesia ke Uzbekistan Meningkat

Uzbekistan terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan kepada turis.

masjid di uzbekistan
Foto: retno ajeng tejomukti
masjid di uzbekistan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Brand Ambassador Uzbekistan, Prof Margianti, mengatakan orang Indonesia yang berwisata ke Uzbekistan terus meningkat setiap tahunnya. 

Saat ini, kata dia, sudah ada sekitar 2.000 wisatawan, meningkat dua kali lipat dari sebelumnya yang hanya sekitar 1.000-an orang.

"Dari Indonesia 2.000 orang sekarang. Itu sudah meningkat dari 1.000 orang. Itu naiknya sudah signifikan kata Pak Dubes. Dia inginnya lebih," ujar  Margianto saat ditemui Republika.co.id belum lama ini.

Rektor Universitas Gunadarma itu mengatakan, peningkatan tersebut terjadi lantaran Uzbekistan merupakan negara yang memiliki banyak situs sejarah Islam. 

Selain Makam Imam Bukhari, menurut dia, ada juga Mushaf Alquran tertua yang tersimpan di Tashkent, Uzbekistan. 

Alquran tersebut disusun oleh Khalifah Utsman bin Affan pada abad ketujuh dan masih terdapat bekas tetesan darah sang khalifah ketika ditusuk pedang saat membaca surah al-Baqarah.  

Menurut dia, orang Uzbekistan juga sangat ramah terhadap wisatawan Muslim Indonesia. Apalagi, Presiden Sukarno pernah ke Uzbekistan dan membantu menemukan makam Imam Bukhari. 

"Mereka itu kayak kita orangnya. Jadi waktu kita datang ke sana dianggap saudara. Kita langsung dekat, mereka senang," katanya.

Dia menambahkan, warga Uzbekistan dulunya memang agak tertutup lantaran dikuasasi Uni Soviet yang menganut Komunisme. 

Namun, kata dia, kini sudah mulai berani mengekspresikan keislamannya, walaupun dalam beragama tidak setaat warga Indonesia.

"Dulunya mereka tertutup setengah mati karena dikuasai komunis, nggak boleh beragama. Sekarang baru boleh. Islamnya juga nggak terlalu serius kayak kita," jelas Margianti.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement