Selasa 30 Jan 2018 16:47 WIB

Jepang Naikkan Tingkat Peringatan Gunung Berapi

Letusan menewaskan satu orang.

Gunung berapi Kusatsu-Shirane di Jepang.
Foto: Kyodo via Reuters
Gunung berapi Kusatsu-Shirane di Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Jepang menaikkan tingkat peringatan di gunung berapi lain pada Selasa (30/1). Hal itu dilakukan sepekan setelah letusan di gunung lain menewaskan satu orang dan melukai hampir selusin lagi serta menjebak banyak pemain ski, termasuk wisatawan asing beberapa jam.

Badan Meteorologi Jepang mencabut peringatan di Zao, kelompok gunung berapi di utara dengan puncak tertinggi 1.841 meter dan dengan tingkat bahaya dua. Tingkat bahaya dua berarti setiap orang harus menghindari berjalan di dekat kawah.

"Ada kemungkinan terjadi letusan kecil," kata peringatan badan tersebut, dengan mencatat sejumlah pergerakan kecil bumi terlacak pada Selasa bersamaan dengan tanah sedikit menonjol di satu daerah.

Itu juga mengingatkan kemungkinan batuan gunung bisa terlempar sejauh 1,2 Km dalam letusan. Pengumuman tersebut disampaikan seminggu setelah seorang anggota militer Jepang tewas akibat tertimpa batu-batu yang terlontar dari letusan mendadak gunung berapi Kusatsu-Shirane, serta menghujani para pemain ski di sebuah resor pegunungan di Jepang bagian tengah.

16 Warga Cedera Akibat Erupsi Gunung Berapi di Jepang

Rekaman gambar yang diambil oleh pemain ski di gunung, termasuk beberapa di antaranya dari Taiwan, menunjukkan abu hitam yang membumbung ke langit bersamaan dengan material vulkanik yang berjatuhan dan beberapa di antaranya hingga mengakibatkan atap logam gondola ski berlubang. Sebanyak 11 orang terluka dan sekitar 100 pemain ski berlindung di gubuk gunung selama beberapa jam sampai diselamatkan.

Zao, seperti Kusatsu-Shirane adalah daerah wisata, yang terkenal dengan "monster salju" yang diciptakan oleh pembekuan uap air di pohon-pohon di musim dingin. Lerengnya penuh dengan pemain ski di musim dingin dan pejalan kaki di musim lainnya.

Jepang memiliki 110 gunung berapi aktif dan 47 di antaranya dipantau sepanjang waktu. Pada September 2014, 63 orang terbunuh di gunung Ontake, yang menjadi bencana gunung berapi terburuk di Jepang dslam hampir 90 tahun.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement