Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Cina Tawarkan Bantuan Atasi Krisis Listrik Venezuela

Kamis 14 Mar 2019 04:26 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Ani Nursalikah

Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Foto: AP Photo/Rodrigo Abd
Sebanyak 21 orang meninggal di rumah sakit akibat kekurangan pasokan listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina menawarkan bantuan untuk mengatasi krisis listrik di Venezuela yang dianggap sebagai pemadaman terburuk dalam sejarah. Maduro juga sempat menuduh Amerika Serikat sebagai dalang yang menyabotase jaringan listrik di Venezuela. Tak lama setelah mengungkapkan tuduhan tersebut, Maduro juga meminta diplomat Amerika Serikat meninggalkan Venezuela dan memberi mereka tenggat waktu paling lambat 72 jam.

Baca Juga

Hari ini, Kamis (14/3) merupakan hari keenam padamnya listrik di Venezuela, kejadian ini mengharuskan rumah sakit berjuang menjaga peralatannya tetap berjalan. Hingga kini, dilaporkan sekitar 21 orang meninggal di rumah sakit akibat kekurangan pasokan listrik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Lu Kang mengatakan Cina telah mencatat laporan bahwa jaringan listrik di Venezuela telah turun karena serangan peretasan. Dia juga berharap Venezuela segera menemukan solusi dari kejadian ini.

"Cina sangat prihatin dengan ini, Cina berharap Venezuela dapat menemukan alasan untuk masalah ini secepat mungkin dan melanjutkan pasokan listrik normal dan ketertiban sosial. Tiongkok bersedia memberikan bantuan dan dukungan teknis untuk memulihkan jaringan listrik Venezuela," kata Lu, Kamis (14/3).

Menteri Informasi Jorge Rodriguez mengatakan pemadaman itu kemungkinan disebabkan oleh masalah teknis jalur transmisi yang menghubungkan pembangkit listrik tenaga air Guri di Venezuela tenggara dengan jaringan listrik nasional. Meski begitu, Presiden Venezuela, Maduro menyalahkan Washington meretas sistem operasi pembangkit listrik tenaga air Venezuela.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA