Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Ribuan Orang Keracunan Gas, Mahathir Enggan Sebut Bencana

Jumat 15 Mar 2019 08:40 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Pencemaran Sungai (ilustrasi)

Pencemaran Sungai (ilustrasi)

Foto: Koran Nusantara
Pencemaran zat kimia di sungai wilayah Pasir Gudang membuat ribuan orang keracunan.

REPUBLIKA.CO.ID, JOHOR BARU -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan, bahwa insiden Pasir Gudang tidak perlu dinyatakan sebagai daerah bencana. Mahathir segera memerintahkan berbagai pihak untuk evakuasi.

Menurut Mahathir, situasinya belum mencapai tingkat yang memerlukan tindakan seperti halnya sebagai daerah bencana. "Rakyat harus memiliki kepercayaan pada pemerintah bahwa kami menangani masalah ini sebaik kemampuan kami," ujar Mahatir seperti dilansir The Star, Jumat (15/3).

Mahathir mengatakan, pencemaran gas yang menyebabkan dampak buruk bagi warga, merupakan insiden pertama kali di negara yang dipimpinnya. Mahathir juga sempat berkunjung ke daerah yang terimbas gas beracun dan mengunjungi korban di rumah sakit.

Lebih dari 100 sekolah di Malaysia ditutup akibat pembuangan limbah ke sungai yang menyebabkan ratusan orang, mayoritas anak-anak, jatuh sakit. Mereka mengalami gejala seperti keracunan.

Pekan lalu sebuah truk diyakini telah membuang limbah ke sungai di Negara Bagian Johor. Limbah itu mengirimkan asap berbahaya ke seluruh daerah tersebut.

Mereka yang menghirup asap itu menunjukkan gejala keracunan seperti mual dan muntah. Lebih dari 500 orang, kebanyakan dari mereka adalah murid sekolah, telah menjadi korban. Sebanyak 160 orang di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.

Belum diketahui jenis gas beracun apa yang telah dilepaskan dari limbah tersebut. Awal pekan ini, otoritas Malaysia telah menangkap tiga tersangka pembuangan limbah. Pasir Gudang merupakan sebuah kawasan industri di negara tersebut.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA