Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Jenazah Korban Penembakan Christchurch Dimakamkan

Rabu 20 Mar 2019 08:17 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Ani Nursalikah

Pelayat membawa jenazah salah satu korban penembakan masjid di Memorial Park Cemetery di Christchurch, Selandia Baru, Rabu (20/3).

Pelayat membawa jenazah salah satu korban penembakan masjid di Memorial Park Cemetery di Christchurch, Selandia Baru, Rabu (20/3).

Foto: AP Photo/Mark Baker
Hanya enam dari 50 jenazah telah dikembalikan ke keluarga mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH -- Korban penembakan massal Masjid di Christchurch mulai dimakamkan, Rabu (20/3). Terlihat ratusan pelayat yang emosional berkumpul di pemakaman.

Baca Juga

Pada Rabu pagi, ratusan dari sebagian besar pelayat Muslim berkumpul di sebuah pemakaman tidak jauh dari Masjid Linwood, yang menjadi target kedua penembakan. Mereka saling berpelukan, berkumpul di bawah tenda besar di sebelah barisan makam yang baru digali.

Di antara mereka yang hadir adalah Abdul Aziz, seorang pengungsi Afghanistan yang dengan berani menghadapi pria bersenjata di Masjid Linwood. Dia dipeluk oleh banyak pelayat. Pejabat dewan tidak menyebutkan nama-nama yang dikuburkan tetapi beberapa yang hadir mengatakan mereka telah diberitahu dua orang sedang dimakamkan.

Dilansir di Aljazirah, setidaknya dua korban akan dimakamkan hari ini di Memorial Park Cemetery, setelah sehari sebelumnya jenazah dipulangkan ke keluarga. Di antara mereka yang dikubur adalah seorang pengungsi Suriah berusia 15 tahun Hamza Mustafa dan ayahnya, Khalid (44). Mereka baru saja tiba di Selandia Baru enam bulan sebelum mereka terbunuh.

Adik Hamza, Zaed (13) menderita luka tembak di kaki dalam serangan itu. Dia terlihat didorong di kursi roda selama upacara pemakaman.

photo

Korban selamat penembakan di Masjid Christchurch, Zaed Mustafa (di kursi roda) saat berada di pemakaman adiknya Hamza dan ayahnya Khalid Mustafa di Memorial Park Cemetery, Christchurch, Selandia Baru, Rabu (20/3).

"Setelah waktu yang singkat untuk berdoa, keluarga dan teman-teman akan membawa mayat itu ke makam tempat jenazah dikubur," kata pejabat dewan Jocelyn Ritchie kepada wartawan.

Seorang pria warga Australia menembak 50 Muslim di dua masjid di selatan kota Christchurch Jumat lalu dalam sebuah pembunuhan yang disiarkan langsung. Keluarga korban bersedih karena pihak berwenang tidak segera mengembalikan jenazah ke keluarga untuk segera dimakamkan. Hanya enam dari 50 korban telah dikembalikan ke keluarga mereka sejauh ini.

Pihak berwenang mengatakan mereka melakukan semua yang mereka bisa untuk mempercepat otopsi dan identifikasi formal mereka yang terbunuh. Komisioner polisi Mike Bush mengatakan prosesnya lambat karena kebutuhan mengidentifikasi korban secara meyakinkan dan menghindari menghalangi penuntutan.

Dia berharap enam jenazah lain akan dikembalikan ke keluarga pada tengah hari. Sejauh ini 21 korban telah diidentifikasi secara resmi oleh para koroner.

"Kami melakukan semua yang kami bisa untuk melakukan pekerjaan ini secepat mungkin dan mengembalikan para korban kepada orang yang mereka cintai. Walaupun identifikasi yang sedang berlangsung kenyataannya jauh lebih kompleks, terutama dalam situasi seperti ini,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Pululuhan kerabat almarhum mulai berdatangan dari seluruh dunia, beberapa berharap membawa jenazah keluarganya bersama mereka. Dari enam mayat yang dirilis sejauh ini, empat diperkirakan akan dipulangkan ke luar negeri.

Javed Dadabhai, yang melakukan perjalanan dari Auckland untuk membantu mengubur sepupunya, mengatakan keluarga dan relawan telah diperingatkan akan proses yang lambat. "Mayoritas orang masih belum memiliki kesempatan melihat anggota keluarga mereka," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA