Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Menlu Pastikan tak Ada WNI Jadi Korban Bom Sri Lanka

Senin 22 Apr 2019 17:31 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nur Aini

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Menlu terus memperbarui informasi mengenai WNI di Sri Lanka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan hingga saat ini belum ada informasi warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangkaian ledakan bom di Sri Lanka, Ahad (21/4) kemarin. Menurut Retno, hal itu setelah komunikasi yang dilakukan Kementerian Luar Negeri dengan Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka beberapa saat setelah serangan terjadi di beberapa tempat.

Baca Juga

"Mulai sejak saat itu diupdate dari waktu-waktu, tentunya kita mencari informasi mengenai masalah WNI kita, apakah ada korban WNI kita dan sejauh ini kita tidak memperoleh informasi ada korban dari WNI," ujar Retno di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (22/4).

Namun, Retno akan terus memperbarui informasi keberadaan WNI di Sri Lanka. Retno juga mengatakan Pemerintah juga berencana menemui Menteri Luar Negeri Sri Lanka.

"Sekali lagi kita terus update dan saya berencana melakukan pembicaraan dengan Menlu Sri Lanka," ujar Retno.

Hari ini Pemerintah Indonesia juga menyampaikan secara langsung ucapan duka cita dan simpati atas serangkaian ledakan bom yang terjadi di Sri Lanka, Ahad (21/4). Ucapan duka cita tersebut disampaikan langsung Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia, Senin (22/4).

"Hari ini saya bertemu dengan duta besar Sri Lanka yang ada di Jakarta, dan sekali lagi atas nama Pemerintah Indonesia kita menyampaikan secara langsung ucapan duka cita dan simpati atas kepada Pemerintah dan juga korban dan keluarga korban, dari serangan yg terjadi di beberapa tempat di Sri Lanka," ujar Retno.

Menurut Retno, Pemerintah Indonesia juga menawarkan bantuan kepada Pemerintah Sri Lanka, apabila Indonesia dibutuhkan dalam proses selanjutnya. Sebab, dalam pertemuan itu, Dubes Sri Lanka menyampaikan ucapan duka cita dari Indonesia salah satu yang pertama.

"Karena itu mereka menyampaikan terima kasih banyak dan dalam diskusi tadi saya juga menyampaikan apabila ada hal-hal yg diperlukan untuk membantu mereka, maka Indonesia siap," ujar Retno.

Serangkaian ledakan bom terjadi di Sri Lanka antara lain tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka pada Ahad (21/4). Ledakan telah mengakibatkan setidaknya 290 orang tewas dan 500 lainnya terluka.

Sebagian besar korban adalah warga Kristiani yang sedang menghadiri ibadah kebaktian paskah. Selain itu, 35 warga asing, di antaranya berasal dari Jepang, Belanda, Cina, Inggris, Amerika, dan Portugis juga berada di antara daftar korban tewas.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA