Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

315 Pekerja Migran Indonesia Dideportasi ke Nunukan

Sabtu 25 May 2019 22:36 WIB

Red: Nashih Nashrullah

TKI, ilustrasi

TKI, ilustrasi

Foto: Antara
315 pekerja migran Indonesia Dideportasi karena beberapa faktor.

REPUBLIKA.CO.ID, NUNUKAN— Sebanyak 315 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal yang bekerja di Negeri Sabah dipulangkan ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, selama dua hari berturut-turut oleh Pemerintah Malaysia yang berlangsung Kamis (23/5) dan Jumat (24/5).

Baca Juga

Data yang diperoleh dari Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Nunukan pada Kamis sebanyak 155 orang dan Jumat sebanyak 160 orang yang berasal dari wilayah kerja Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu (87) dan KRI Tawau (73).

Plh Kepala BP3TKI Nunukan, Arbain, Sabtu (25/5) membenarkan pemulangan pekan ini sebanyak dua kali dengan total 315 orang. Pemulangan TKI ilegal ini dilakukan setelah menjalani hukuman selama berbulan-bulan di penjara Negeri Sabah.

Dia mengungkapkan, dari 315 TKI ilegal yang dipulangkan itu terdiri dari 227 laki-laki, 76 perempuan, lima anak laki-laki, dan tujuh anak perempuan.

Kedatangan TKI ilegal ini langsung ditangani petugas kepolisian, TNI, dan imigrasi serta kesehatan pelabuhan di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, lalu didata dan diwawancarai petugas imigrasi setempat terkait dengan pelangaran dan dokumen keimigrasian yang dimiliki selama bekerja di Negeri Sabah.

Setelah itu, kata Arbain, diserahkan kepada BP3TKI setempat untuk ditampung sementara di penampungan Rusunawa di Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan.

Berdasarkan hasil pendataan oleh aparat kepolisian, tidak memiliki dokumen sama sekali berangkat ke Negeri Sabah sebanyak 72 orang, memiliki paspor tanpa perpanjangan masa berlaku (17) dan kasus kriminal (1).

Kemudian, memilih tinggal mencapai pekerjaan di Kabupaten Nunukan sebanyak 71 orang dan pulang ke kampung halamannya (17).

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA