Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Insiden Gedung Ambruk, Kamboja Tahan Tiga Kontraktor Cina

Senin 24 Jun 2019 11:55 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Petugas berusaha membersihkan puing di lokasi pembangunan gedung tujuh lantai yang ambruk di Preah Sihanouk, Kamboja, Ahad (23/6).

Petugas berusaha membersihkan puing di lokasi pembangunan gedung tujuh lantai yang ambruk di Preah Sihanouk, Kamboja, Ahad (23/6).

Foto: AP Photo/Heng Sinith
Korban meninggal gedung ambruk di Kamboja menjadi 24 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Sebanyak tiga warga Cina yang terlibat dalam pembangunan gedung yang ambruk di Sihanoukville, Kamboja ditahan. Bangunan tujuh lantai yang belum selesai itu runtuh pada Sabtu pagi (22/6).

Saat gedung ambruk, puluhan pekerja konstruksi tidur di lantai dua. Korban meninggal dalam insiden tersebut meningkat menjadi 24 orang. Harapan untuk menemukan lebih banyak pekerja yang selamat telah memudar.

Baca Juga

"Kami tidak mengharapkan ada lagi yang selamat," kata seorang petugas yang bekerja di lokasi kejadian, dilansir dari Guardian, Senin (24/6).

Pemerintah provinsi Preah Sihanouk mengatakan penyelamat yang menggali puing-puing logam dan beton menemukan lima mayat dalam semalam. Perdana Menteri Kamboja Hun Sen juga mengunjungi tempat itu Ahad malam (23/6). Gambar-gambar yang dikeluarkan oleh otoritas provinsi menunjukkan dia di depan gedung yang runtuh berbicara dengan beberapa menteri pemerintah yang terlibat dalam penyelamatan.

Setidaknya 24 pekerja terluka dalam keruntuhan itu.  Salah satu dari mereka, Nhor Chandeun, mengatakan dia dan istrinya sedang tidur saat mereka mendengar suara keras dan merasakan bangunan bergetar kemudian mulai jatuh. Keduanya terjebak selama 12 jam sebelum penyelamat menemukan mereka.

Kementerian tenaga kerja menyatakan 30 pekerja berada di lokasi ketika bangunan itu runtuh. Akan tetapi, Nhor Chandeun mengatakan ada sekitar 55 hingga 60 orang di dalam gedung.

Ada kekhawatiran yang meningkat di Kamboja tentang standar perusahaan konstruksi Cina yang beroperasi di negara itu. Kantor berita Cina Xinhua melaporkan, juru bicara kementerian pengelolaan lahan, perencanaan, dan konstruksi Kamboja, Seng Loth mengatakan gedung yang runtuh telah didirikan tanpa izin.

"Itu adalah proyek tanpa izin dan pemerintah provinsi telah memperingatkan pengembang dua kali, tetapi mereka mengabaikan peringatan itu," katanya kepada Xinhua.

Kedutaan besar Cina di Phnom Penh merilis pernyataan pada Senin yang mendukung penyelidikan menyeluruh atas kecelakaan dan tindakan yang diperlukan oleh otoritas Kamboja yang kompeten sesuai dengan hukum. Disebutkan kedutaan begitu sedih dengan keruntuhan, dan telah menjangkau perusahaan-perusahaan Cina di Kamboja untuk mengerahkan personel, serta alat-alat berat seperti ekskavator untuk membersihkan puing-puing.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA