Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Donald Trump akan Kunjungi Korsel untuk Bahas Korut

Senin 24 Jun 2019 16:29 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un (Depan Kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (Depan Kanan)

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un (Depan Kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (Depan Kanan)

Foto: VOA
Donald Trump telah mengirim surat kepada pemimpin Korut, Kim Jong-un.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengunjungi Korea Selatan (Korsel) pekan ini setelah sebelumnya bertukar surat dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Surat tersebut diharapkan dapat membuka jalan untuk mengakhiri kebuntuan pembicaraan denuklirisasi Semenanjung Korea. 

Baca Juga

Juru bicara kepresidenan Korsel Ko Min-jung mengatakan Trump dijadwalkan akan berkunjung ke Korsel selama dua hari pada hari Sabtu mendatang. Ia akan bertemu dengan Presiden Korsel Moon Jae-in keesokan harinya, lalu berangkat ke Jepang untuk menghadiri pertemuan G-20. 

"Trump dan Moon akan membahas secara mendalam cara untuk bekerja sama menyemai kedamaian dengan menyelesaikan denuklirisasi Semananjung Korea, sementara itu juga memperkuat persekutuan kedua negara," kata Ko, Senin (24/6). 

Kabar tentang kunjungan Trump tersebut diumumkan beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan ia berharap surat Trump yang dikirimkan ke Kim dapat membuka jalan mengakhiri kebuntuan pembicaraan denuklirisasi. Pompeo yang berbicara tentang surat Trump sebelum berangkat ke Timur Tengah mengatakan AS siap memulai kembali pembicaraan dengan Korut. 

"Saya berharap hal ini dapat membarikan fondasi yang baik untuk kami memulai, diskusi penting ini dengan Korea Utara," kata Pompeo. 

Media Jepang memberitakan Trump mungkin akan mengunjungi zona demiliterisasi (DMZ), sebuah perbatasan yang memisahkan Korea Selatan dan Korea Utara. Trump sempat ingin mengunjunginya pada tahun 2017 tapi kabut membatalkan niatannya itu. 

Mantan Menteri Unifikasi Korea Selatan Chung Se-hyun yang menjadi penasihat Moon dalam berhubungan dengan Korut mengatakan ada kemungkinan Trump bertemu dengan Kim di DMZ. Pada tahun lalu, Kim dan Moon menggelar pertemuan bersejarah di DMZ. Tapi Ko Min-jung mengatakan rincian kedatangan Trump belum difinalisasi. 

Pada Juni, tahun lalu Trump dan Kim menggelar pertemuan pertama mereka di Singapura. Keduanya sepakat untuk membangun hubungan yang baru dan bekerja sama dalam mencapai denuklirisasi di Semenanjung Korea. 

Tapi pertemuan kedua di bulan Febuari lalu mengalami kegagalan. Kedua belah pihak tidak dapat menjembatani perbedaan mereka. AS menuntut agar Korut segera membongkar fasilitas nuklir sementara Korut ingin AS segera mencabut sanksi ekonomi terhadap mereka. 

Karena kebuntuan tersebut, bulan lalu ketegangan kembali meningkat. Korut menjalani serangkaian uji coba milisi balistik jarak pendek baik Trump maupun Moon tidak menanggapi serius uji coba tersebut. 

Pada 11 Juni lalu, Trump mengatakan ia menerima surat 'indah' yang bersahabat dari Kim. Trump menambahkan ia yakin akan ada sesuatu yang positif yang akan terjadi. Pada Ahad (23/6) lalu kantor berita Korut, KCNA melaporkan Kim menerima surat dari Trump yang ia gambarkan berisi 'isi yang sangat luar biasa'. 

"Kim akan merenungkan dengan serius konten yang menarik," tulis KCNA. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA