Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Reaksi Positif Pasar Terhadap Hasil Pemilu 2019

Jumat 19 Apr 2019 20:15 WIB

Rep: deutsche-welle/ Red:

Pasar Beri Reaksi Positif Terhadap Hasil Hitung Cepat Pemilu 2019

Pasar Beri Reaksi Positif Terhadap Hasil Hitung Cepat Pemilu 2019

Pasar saham dan rupiah menunjukkan tren positif usai pemilu 2019.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (18/04) ditutup di level 6.507,221 atau naik sebesar 0,40 persen. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga berita ini diturunkan berada pada titik Rp 14.042,5 per dolar AS.

Ekonom Bank DBS Masyita Crystallin menjelaskan usai Pemilu biasanya pasar merasa lebih optimis. "Ini sesuatu yang wajar dan expected, bisa jadi sebagian dari upside terhadap Rupiah ini sudah price in sebelumnya," kata dia.

Investor bernapas lega

Para investor asing juga bisa menarik napas lega dengan prediksi kemenangan Joko Widodo pada pemilu presiden Rabu (17/04). Daftar area yang kemungkinan akan dia tangani selama masa kerjanya adalah penurunan investasi asing, sistem pendidikan yang bermasalah serta aturan terkait ketenagakerjaan yang dinilai sangat membatasi.

"Kalau kemenangan presiden berkisar 52-55 persen itu akan menjadi hal yang baik," kata seorang pejabat senior pemerintahan Jokowi seperti dikutip dari Reuters. "Itu akan memicu dia (Joko Widodo) untuk melanjutkan dan bahkan mungkin mempercepat reformasi ekonomi."

Jokowi tampaknya akan segera bisa mewujudkan program-program kerjanya mengingat hasil sejumlah lembaga survei yang kredibel yang mendukung kemenangannya. Para investor sebelumnya bersikap menunggu jika saja Prabowo keluar menjadi pemenang pemilu, mengingat kebijakannya selama kampanye yang cenderung berhaluan ekonomi nasionalis.

Meski demikian, sejumlah analis mengatakan masih ragu jika Jokowi akan benar-benar melakukan agenda reformasinya, mengingat lawannya dari kalangan konservatif yang tetap kuat serta sentimen tarhadap modal asing, khususnya dari Cina.

Banyaknya kesimpangsiuran dalam peraturan berinvestasi di Indonesia tampaknya masih akan menjadi ganjalan jika tidak segera dibenahi.

Selama memimpin di periode 2014-2019, Jokowi dikenal dengan kebijakan infrastrukturnya yang tergolong ambisius. Proyek infrastruktur di bawah pemerintahanya termasuk pembangunan jalan, jalan tol dan bandar udara di sejumlah wilayah di Indonesia.

(ae/ts)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA