Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Surat Kebencian Bikin Muslim Inggris Takut

Ahad 11 Mar 2018 07:47 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Dwi Murdaningsih

Ratusan orang ikut dalam aksi solidaritas muslim di Universitas Kent, Inggris

Ratusan orang ikut dalam aksi solidaritas muslim di Universitas Kent, Inggris

Foto: http://www.canterburytimes.co.uk
Surat kebencian dikirimkan melalui pos.

REPUBLIKA.CO.ID, YORKSHIRE -- Muslim Inggris, para pemimpin agama, politisi, dan kelompok hak-hak sipil di Inggris merasa ketakutan sekaligus marah atas adanya surat kebencian yang dikirimkan melalui pos. Dilansir dari Aljazirah, Asisten Sekretaris Jenderal salah satu organisasi payung Muslim terbesar, Dewan Muslim Inggris, Miqdad Versi mendukung polisi untuk menyelediki surat kebencian tersebut.

"Kampanye surat keji yang dikirim ke umat Islam di Inggris telah menyebabkan tekanan dalam. Kami menyambut baik tindakan yang diambil oleh polisi untuk menyelidiki masalah ini," kata Miqdaad Versi.

Menurutnya, hal ini mencerminkan kebencian terhadap Muslim yang berkelanjutan. "Para pejabat terpilih kita perlu berdiri dan mengambil tindakan melawan Islamofobia dengan cara yang sama seperti mereka telah mengambil tindakan untuk melawan kefanatikan terhadap kelompok lain," kata Versi menambahkan.

Salah seorang politisi Partai Buruh Yasmin Qureshi menyatakan terkejut atas beredarnya surat itu. "Saya terkejut mengetahui bahwa pengecut ekstremis menyebarkan surat tanpa nama yang mendorong orang untuk menyerang orang-orang Muslim," ucap dia.

Sementara, Jess Phillips, seorang anggota parlemen Partai Buruh untuk Birmingham Yardley, juga menyatakan hal itu tak dapat dipercaya. Kepala kepolisian anti-teror di timur laut Inggris, Russ Foster, telah memberikan kepastian bahwa penyelidikan menyeluruh dan profesional berjalan dengan baik.

"Kami juga mendesak setiap korban lebih lanjut yang menerima komunikasi semacam itu untuk melaporkan masalah tersebut ke polisi," kata Shah.

Kepala hubungan antaragama Gereja Inggris, Andrew Smith dalam twitternya juga menyatakan kemarahannya. "Tidak dapat membayangkan betapa mengerikan dan menakutkannya harus mendapatkan surat seperti itu. Ini saatnya melipatgandakan usaha kita untuk membangun perdamaian di masyarakat kita dan mendukung perasaan takut atau terintimidasi. Kita terus bekerja," ungkapanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA