Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Ribuan Orang Mengelilingi Peti Mati Wali Kota Gdansk

Jumat 18 Jan 2019 01:57 WIB

Red: Muhammad Hafil

peti mati Adamowicz terbungkus jubah merah.

peti mati Adamowicz terbungkus jubah merah.

Foto: Reuters
Lilin berbaris membentuk hati raksasa.

REPUBLIKA.CO.ID, GDANSK -- Ratusan orang berkumpul di peti mati Wali Kota liberal yang terbunuh, Pawel Adamowicz di kota pelabuhan Gdansk pada Kamis (17/1), Mereka berada di museum gerakan Solidaritas yang membantu menjatuhkan komunisme di Polandia.

Dilansir dari Reuters, Kamis (17/1),  peti mati Adamowicz terbungkus jubah merah Gdansk. Menurut Polisi ada sekitar 2.500 orang berkerumun dalam gelap dan di tengah angin yang membeku untuk memberikan penghormatan. Lilin ditempatkan dalam bentuk hati raksasa berdiri di depan museum.

Adamowicz merupakan seorang kritikus dari partai Hukum dan Keadilan (PiS) yang berkuasa dan memiliki kebijakan anti-imigran. Ia ditusuk pada Ahad (14/1) malam oleh seorang pria yang bergegas ke panggung saat acara amal. Dia meninggal pada hari berikutnya.

Polisi menahan setidaknya 10 orang dalam beberapa hari terakhir karena panggilan di media sosial untuk pembunuhan dan tindakan agresi yang dilakukan setelah kematian Adamowicz.

Insiden ini mencerminkan suasana politik yang dibebankan di sejumlah negara Eropa, termasuk Polandia dan Hongaria. Di mana, para pemimpin populis telah mengipasi sentimen nasionalis dan anti-imigran.

Para kritikus mengatakan para politikus Polandia telah mengomentari pidato kebencian dan agresi dalam kehidupan publik, dan menyalahkan partai penguasa PiS karena tidak bereaksi sebelumnya.

Adamowicz merupakan salah satu dari 11 Wali Kota di Polandia yang menjadi sasaran sertifikat kematian palsu oleh kelompok sayap kanan bernama All-Polish Youth pada 2017. Ini setelah mereka menandatangani deklarasi untuk menyambut para pengungsi terhadap kebijakan anti-migrasi pemerintah. Kantor kejaksaan memutuskan untuk tidak melanjutkan kasus ini lebih lanjut pada saat itu.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA