Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Masjid di London Batalkan Pameran Holocaust

Ahad 06 Jan 2019 04:14 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Mahasiswa Muslim Queen Mary University, London, melaksanakan shalat Jumat.

[ilustrasi] Mahasiswa Muslim Queen Mary University, London, melaksanakan shalat Jumat.

Foto: onislam.net
Pembatalan itu dilakukan usai protes sejumlah umat Muslim setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Sebuah masjid di London utara membatalkan rencana pameran yang mengisahkan tentang penyelamatan orang Yahudi selama Holocaust. Pembatalan itu dilakukan usai protes sejumlah umat Muslim setempat.

Dilansir di Haaretz pada Sabtu (5/1), Pusat Pemahaman Islam dalam Golders Green tidak menjelaskan alasan pembatalan pameran tersebut. Rencananya, pameran itu akan mengisahkan tentang Muslim Albania yang menyelamatkan orang Yahudi.

Pameran dijadwalkan berlangsung pada Ahad (6/1). Pembatalan itu terjadi setelah sejumlah Muslim memprotes hubungan acara, yang bekerja sama dengan museum Holocaust Israel, Yad Vashem, dengan kisah tersebut.

Seruan untuk boikot dipelopori oleh Roshan Salih, editor situs berita British Muslim 5 Pillars. “Peringatan tidak boleh dilakukan dengan menghubungkan penindas Israel atau pendukung mereka,” kata dia.

Terkait pembatalan itu, dia mengapresiasi keputusan itu. Artinya, masjid menanggapi keprihatinan masyarakat.

Sebelum pembatalan, orang-orang Yahudi yang membantu menyukseskan acara itu memandang acara itu sebagai momen penting dalam hubungan Yahudi-Muslim di Golders Green. Area itu merupakan salah satu daerah yang paling banyak orang Yahudi di Inggris.

“Sangat penting untuk diingat bahwa komunitas Yahudi dan Muslim selalu secara historis saling mendukung dan akan selalu terus melakukannya," kata Kepala Operasi di Forum Iman untuk London, Rabi Natan Levy.

Menurut dia, dengan menghabiskan lebih banyak waktu dan berusaha memahami kesamaan, Yahudi dan Muslim menghargai perbedaan masing-masing. Dengan demikian, Muslim dan Yahudi bisa bersatu melawan kebencian.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA