Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Saturday, 16 Rajab 1440 / 23 March 2019

Teror Christchurch, Senator Australia Justru Salahkan Islam

Jumat 15 Mar 2019 16:55 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nashih Nashrullah

 Anggota masyarakat yang berduka duduk di tepi jalan setelah penembakan yang mengakibatkan banyak kematian dan cedera di Masjid Al Noor di Deans Avenue di Christchurch, Selandia Baru, (15/3 2019).

Anggota masyarakat yang berduka duduk di tepi jalan setelah penembakan yang mengakibatkan banyak kematian dan cedera di Masjid Al Noor di Deans Avenue di Christchurch, Selandia Baru, (15/3 2019).

Foto: EPA-EFE/Martin Hunter
Sikap senator tersebut memicu kemarahan publik dan protes warganet.

REPUBLIKA.CO.ID, QUEENSLAND – Di saat dunia tengah berduka dan mengutuk aksi teror penembakan brutal terhadap umat Islam di Masjid Christchurch Selandia Baru, Senator Queensland, Australia, Fraser Anning, justru menyalahkan serangan tersebut akibat imigran Muslim yang agamanya disebut 'liar' dan 'keras'. Fraser Anning telah menyebabkan kemarahan setelah merilis pernyataan tentang penembakan Masjid Selandia Baru, dan ida langsung dicela di media sosial dengan kata "menjijikkan", "tercela", "sampah bumi", dalam upayanya untuk menyalahkan para korban.

Politisi Australia lainnya, Martin Pakula, mengecam Fraser Anning dan menyebutnya sebagai "sampah manusia" setelah dikeluarkannya pernyataan itu, dilansir di media lokal, The Citizen, Jumat (15/3).

Baca Juga

Pernyataan itu dimulai dengan kecaman keras atas penembakan itu dan Anning mengatakan dia sangat menentang kekerasan dalam komunitasnya merujuk pada Australia dan Selandia Baru. Namun dia kemudian mengatakan "program imigrasi" yang telah menyebabkan kehadiran umat Islam di kedua negara.

Senator mengatakan serangan itu menyoroti ketakutan yang tumbuh di komunitas mereka dari meningkatnya kehadiran Muslim. "Seperti biasa, politisi sayap kiri dan media akan buru-buru mengklaim bahwa penyebab penembakan hari ini terletak pada undang-undang senjata atau mereka yang memiliki pandangan nasionalis tetapi ini semua omong kosong klise," pernyataan itu melanjutkan.

"Penyebab sebenarnya dari pertumpahan darah di jalan-jalan Selandia Baru hari ini adalah program imigrasi yang memungkinkan kaum fanatik Muslim untuk bermigrasi ke Selandia Baru."

Pernyataan itu selanjutnya mengatakan bahwa sementara Muslim mungkin menjadi korban hari ini, mereka biasanya "pelakunya", dan membunuh orang atas nama agama mereka pada skala industri. Anning kemudian mengalihkan perhatiannya pada agama Islam secara keseluruhan, menyebutnya sebagai "ideologi kekerasan", "padanan agama dengan fasisme", dan sistem "kepercayaan yang biadab". 

Senator yang kontroversial itu telah menyebabkan berbagai kemarahan di masa lalu.  Dia menyebut pembunuhan di pertanian di Afrika Selatan sebagai bukti dimulainya 'genosida putih' dan menyebut mereka yang bertanggung jawab 'manusiawi'.

Dia juga menghadiri demonstrasi sayap kanan fasis dan meminjam frasa yang dibuat terkenal oleh Adolf Hitler menyerukan "solusi akhir" untuk masalah imigrasi Australia. Sebanyak 49 meninggal dunia dan 20 lainnya terluka parah dalam serangan bersenjata di dua masjid Christchurch, Jumat, menurut Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.

"Jelas bahwa ini sekarang hanya dapat digambarkan sebagai serangan teroris. Dari apa yang kita ketahui, tampaknya memang telah direncanakan dengan baik." kata Ardern.

"Dua alat peledak yang terpasang pada kendaraan yang dicurigai kini telah ditemukan dan telah dilucuti," tambahnya.

Seorang ekstremis Australia membunuh banyak jamaah Muslim selama sholat Jumat (15/3), kata pihak berwenang, dalam serangan yang tampaknya dilakukan secara langsung di internet. "Selandia Baru diserang karena kami mewakili keragaman." kata Ardern.

Para penyerang Christchurch tidak ada dalam daftar pantauan teror apa pun. Perdana menteri Australia, Scott Morrison, membenarkan bahwa pria bersenjata itu adalah "teroris" sayap kanan dengan kewarganegaraan Australia.

Polisi Selandia Baru mengatakan mereka telah menahan empat orang sehubungan dengan penembakan mematikan dan telah mengamankan sejumlah alat peledak improvisasi. Polisi juga memperingatkan agar tidak membagikan rekaman yang berkaitan dengan penembakan mematikan di Christchurch, Jumat, setelah sebuah video online menunjukkan seorang pria bersenjata sedang syuting dirinya menembaki jamaah di dalam sebuah masjid.  

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA