Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Polisi Selidiki Grafiti Islamofobia di luar Masjid London

Kamis 13 Jun 2019 09:19 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Christiyaningsih

Islamofobia (ilustrasi)

Islamofobia (ilustrasi)

Foto: avizora.com
Grafiti Islamofobia dibuat tepat di luar Masjid Muslim London

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kepolisian London sedang menyelidiki grafiti Islamofobia yang tergambar di trotoar yang ditemukan akhir pekan lalu. Grafiti itu dibuat tepat di luar Masjid Muslim London.

Baca Juga

Grafiti yang membentuk kalimat For The Temple Mouhamed Rapes Kids itu ditemukan masyarakat setempat. Kemudian, petugas kepolisian mendapat laporan ihwal tindakan Islamofobia itu dari koordinator fasilitas masjid, Ali Chahbar.

“Kita harus sangat waspada. Pesannya adalah pesan kebencian dan kami harus memanggil pihak berwenang. Kami harus memastikan komunitas kami dilindungi,” kata Chahbar dilansir di Global News, Kamis (13/6).

Chahbar juga terus berupaya menjaga dan meyakinkan masyarakat agar tidak merasa takut. Menurut dia, hal itu bukan tindakan yang mudah dilakukan dalam satu waktu.

“Kita tidak bisa berbuat banyak tentang Islamofobia itu, tetapi kita dapat melakukan sesuatu untuk menjadi positif,” ujar dia.

Chahbar beranggapan sudah saatnya umat Muslim mengubah hal yang tidak menyenangkan menjadi sesuatu yang berkesan. Seperti mempertahankan kedamaian dan kasih sayang, serta mencoba menyadarkan masyarakat bahwa Muslim dan komunitasnya bukanlah ancaman. Namun sebaliknya, komunitas Muslim adalah aset.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Twitter, Wali Kota Ed Holder menggambarkan grafiti kebencian itu sebagai hal menjijikkan dan kejam. Kendati mendapat pesan kebencian, Chahbar mengatakan anggota masjid merasa aman di London.

Dia menyatakan London adalah tempat yang bersahabat. “Sekali lagi, kamu harus tetap waspada terhadap potensi yang akan terjadi,” kata Chahdar.

Dia terus menyampaikan pesan agar komunitas Muslim selalu berpikiran positif dan optimistis terhadap masa depan. Coretan itu muncul di tengah meningkatnya insiden kejahatan rasial di seluruh negeri dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut angka terbaru dari Statistik Kanada, sebanyak 2.073 kejahatan rasial dilaporkan ke lembaga kepolisian di seluruh Kanada pada 2017. Angka itu meningkat lebih dari 600 kejadian dari tahun sebelumnya.

Kejahatan kebencian bermotif agama menunjukkan peningkatan terbesar dari 460 pada 2016 menjadi 842 pada 2017. Kejahatan kebencian yang dilaporkan terhadap Muslim meningkat dari 139 pada 2016 menjadi 349 pada 2017.

Peningkatan terbesar terlihat di antara insiden kebencian bermotivasi agama. Hal itu juga terjadi tiga bulan setelah serangan mematikan di dua masjid di Selandia Baru yang menewaskan 51 orang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA