Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Gelombang Panas akan Hampiri Eropa Pekan Ini

Senin 24 Jun 2019 02:48 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita

Gelombang panas

Gelombang panas

Foto: reuters
Spanyol akan menjadi negara pertama yang akan dilanda gelombang panas pekan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gelombang panas dengan suhu mencapai 41 derajat celsius dilaporkan akan mendatangi sejumlah negara di Eropa pekan ini. Hal ini disebabkan oleh badai yang terhenti di Samudra Atlantik dan tekanan udara tinggi yang terjadi di Eropa Tengah dan Timur.

Baca Juga

Kondisi itu menyebabkan udara panas di benua Afrika akan mengalir ke kawasan Eropa. Spanyol akan menjadi negara pertama yang akan dilanda gelombang panas pekan ini.

Setelah itu, gelombang panas akan menyebar ke Perancis, Jerman, Belgia, Republik Ceko, Swiss, dan Italia. ”Udara hangat dari Afrika Utara akan membawa gelombang panas yang besar ke sebagian wilayah Eropa Barat dan Tengah, mencapai 40-an derajat (celsius) di Jerman dan Perancis,” ujar ahli cuaca Simon Partridge dilansir dari The Sun, Ahad (23/6).

Menurut situs prakiraan cuaca Accuweather, kondisi ini diprediksi akan bertahan di Eropa hingga awal Juli 2019. Sedangkan menurut Badan Meteorologi Perancis, Meteo France, gelombang panas akan dimulai pada Ahad (23/6), dengan suhu berkisar 35 sampai 40 derajat celsius.

"Meskipun singkat, gelombang panas ini dapat menjadi luar biasa, dengan melihat bagaimana ia datang serta intensitasnya,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan Perancis menyarankan agar ruang publik yang sejuk, seperti taman dan kebun tetap terbuka bagi orang miskin dan tuna wisma. Sedangkan orang tua dan penyandang disabilitas disarankan mendaftar untuk menerima bantuan.

Badan Meteorologi Jerman, Deutscher Wetterdienst, juga memperingatkan gelombang panas kemungkinan akan mulai terasa pada Senin (24/6). Kemudian, suhu panas akan mencapai puncak pada Rabu atau Kamis pekan depan.

Untuk diketahui, gelombang panas pernah menghampiri Eropa pada 2018. Saat itu, gelombang panas mengakibatkan banyak korban di Spanyol dan Portugal. Kekeringan juga melanda  Jerman dan Swedia akibat peristiwa tersebut.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA