Kamis 11 Jul 2013 10:54 WIB

PM Luksemburg Mundur Karena Skandal Mata-Mata

Rep: Nur Aini/ Red: Mansyur Faqih
Jean-Claude Juncker
Foto: In Serbia
Jean-Claude Juncker

REPUBLIKA.CO.ID, LUKSEMBURG -- Perdana Menteri Luksemburg, Jean-Claude Juncker mengundurkan diri menyusul skandal dinas rahasia. Juncker, kepala pemerintah terlama di Eropa mengatakan kepada parlemen, akan mengundurkan diri, Kamis (11/7). Langkah tersebut dilakukan setelah dia diklaim gagal menghentikan kegiatan ilegal dinas rahasia seperti penyadapan telpon dan korupsi. 

Juncker menjadi perdana menteri sejak 1995 dan merupakan ketua kelompok menteri keuangan zona Euro antara 2005 sampai Januari 2013. Dalam laporan BBC, Parlemen Luksemburg telah meninjau laporan dugaan serangkaian kasus pelangaran yang dilakukan oleh dinas rahasia negara, SREL yang diawasi perdana menteri. 

Kasus tersebut termasuk memata-matai politisi secara ilegal, pembelian mobil untuk kepentingan pribadi serta suap untuk akses ke pejabat setempat. Juncker membantah telah melakukan kesalahan. "Dinas intelijen bukan prioritas utama saya. Selain itu, saya berharap Luksemburg tidak akan pernah memiliki perdana menteri yang melihat SREL sebagai prioritasnya," ujar Juncker dikutip BBC.

Namun, sampai saat ini belum jelas, apakah perdana menteri keluar untuk ikut dalam pemilu berikutnya yang akan diselenggarakan tiga bulan mendatang.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement