REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON– Keamanan bandara menuju Amerika Serikat dan Inggris kini diperketat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respon Amerika Serikat terhadap ancaman teror. Kementerian transportasi Inggris membenarkan keamanan bandara telah diperketat.
Meskipun begitu, tak satupun pemerintah Inggris dan Amerika Serikat menyebutkan secara detail langkah-langkah baru tersebut. Namun Inggris mengatakan para penumpang tidak mengalami gangguan yang signifikan terkait hal ini.
Langkah ini diambil ditengah-tengah laporan media Amerika Serikat bahwa jaringan al-Qaeda di Suriah dan Yaman tengah mengembangkan bom untuk diselundupkan di pesawat. Para pengamat intelijen Barat menyimpulkan keahlihan pembuatan bom yangsangat dikuasi oleh al-Qaeda telah berkembang dari Yaman ke Suriah.
Pejabat Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika Serikat mengatakan perubahan ini sebagai bentuk respon ancaman. “Penerbangan masih menjadi target yang menarik bagi teroris global, yang secara konsisten mencari cara untuk menghindari langkah-langkah keamanan kami. Seperti biasanya, DHS terus menyesuaikan langkah-langkah keamanan sesuai dengan daerah yang terancam,” katanya.
“Informasi tentang peningkatan dan lokasi yang lebih spesifik merupakan hal yang sensitif karena kami tidak ingin membocorkan informasi tentang lapisan khusus keamanan kepada mereka yang akan membahayakan kita,” tambahnya.
Pemerintah Inggris tidak memberikan penjelasan lebih detail tentang perubahan keamanan ini. Namun, mereka tidak mengesampingkan terjadinya antrian panjang dalam pemeriksaan keamanan nanti. Meskipun begitu, peraturan-peraturan yang lama pun masih akan diterapkan.
Para penumpang harus meletakkan barang-barang cair terpisah, pengecekan tas, mengeluarkan laptop dari tasnya, melepaskan ikat pinggang dan melepaskan sepatu sebelum melewati keamanan. Namun masih belum jelas apakah perubahan ini akan diterapkan di tiap bandara dan apakah mereka membatasi penerbangan dari dan ke Amerika Serikat.
Tingkat ancaman teroris masih sama dan kemungkinan terjadinya pun sangat kuat. Sekretaris transportasi Patrick McLoghlin mengatakan Inggris memiliki salah satu rezim keamanan terketat di dunia. Hal ini penting untuk melindungi warga yang bepergian dan menciptakan kepercayaan.
Lanjutnya, langkah-langkah yang sangat ketat selama ini telah dilakukan. Namun, Inggris harus mengambil tindakan setelah mendapatkan informasi dan saran untuk melakukannya. Ia berharap langkah-langkah ini tidak akan menghambat para penumpang.