Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Lebih Dari Satu Juta Migran Tiba di Eropa

Rabu 30 Dec 2015 14:53 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Ani Nursalikah

Seorang migran menangis menyaksikan rekannya menjahit mulutnya karena tidak diizinkan melintas di perbatasan Makedonia-Yunani, Senin, 23 November 2015.

Seorang migran menangis menyaksikan rekannya menjahit mulutnya karena tidak diizinkan melintas di perbatasan Makedonia-Yunani, Senin, 23 November 2015.

Foto: reuters

REPUBLIKA.CO.ID, LESBOS -- Lebih dari satu juta pengungsi dan migran telah mencapai Eropa melalui laut sejak awal 2015. Lebih dari 80 persen dari 1.000.573 orang tiba di Yunani mayoritas di pulau Lesbos.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan sekitar 844 ribu melakukan perjalanan ke Yunani dari dekat Turki. Sebagian besar yang lainnya, lebih dari 150 ribu melintasi Mediterania dari Libya ke Italia.

Krisis migran Eropa ini adalah yang terburuk sejak Perang Dunia II. Jumlah kedatangan dari laut telah meningkat jauh sejak 2014 yang hanya lebih dari 216 ribu.

Para pengungsi dan migran menaiki kapal tidak layak dalam upaya putus asa untuk mencapai Eropa. "Sebagian besar dari mereka yang berusaha menyeberang dengan bahaya ini membutuhkan perlindungan internasional, melarikan diri dari perang, kekerasan dan penganiayaan di negara asal mereka," kata UNHCR dilansir dari laman BBC News, Rabu (30/12).

Sekitar 49 persen dari mereka yang menyeberangi Laut Mediterania berasal dari Suriah dengan 21 persennya berasal dari Afghanistan. Jumlah migran tewas atau hilang di laut saat ini berjumlah 3.735.

Pada 21 Desember, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan, jumlah migran yag tiba dengan selamat dari darat dan laut telah mencapai lebih dar 1.006.000. Banyak migran masih melakukan perjalanan ke Eropa meskipun cuaca dingin.

Masuknya migran telah menyebabkan ketegangan di dalam Uni Eropa, dengan beberapa negara memasang pagar dan memaksakan kembali pengawasan perbatasan.

Pekan lalu, Uni Eropa sepakat untuk meningkatkan jumlah staf lembaga Frontex di Yunani, di mana sebagian besar migran tiba sebelum bepergian jauh ke Eropa. Jerman mengatakan telah menerima lebih dari satu juta pengungsi dan migran. Angka ini adalah jumlah terbesar dari setiap negara Eropa.

 

Baca juga:

Ini Dia 10 Film Paling Banyak Dibajak Sepanjang 2015

Subhanallah..., Lima Hari Terkubur Longsor, Delapan Penambang Selamat

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA