Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Turki-Rusia Sepakati Operasi Udara Suriah

Jumat 13 Jan 2017 07:25 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pesawat pengebom Rusia Sukhoi Su-34 yang menggunakan pangkalan udara Iran Hamadan menjatuhkan bom di Provinsi Deir ez-Zor, Suriah. Foto dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 18 Agustus 2016.

Pesawat pengebom Rusia Sukhoi Su-34 yang menggunakan pangkalan udara Iran Hamadan menjatuhkan bom di Provinsi Deir ez-Zor, Suriah. Foto dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 18 Agustus 2016.

Foto: REUTERS TV

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki dan Rusia pada Kamis (12/1) menandatangani perjanjian tentang pembentukan mekanisme serta koordinasi bagi keamanan penerbangan militer di Suriah, kata militer Turki.

Penandatangan dilakukan pada pertemuan yang dilangsungkan di Moskow antara perwakilan militer Rusia dan Turki. Menurut Angkatan Bersenjata Turki dalam suatu pernyataan, kedua pihak ingin menjamin adanya keselamatan penerbangan ketika mereka menjalankan operasi di Suriah.

"Tujuan kesepakatan ini adalah untuk merinci mekanisme bagi koordinasi dan kerja sama menyangkut keselamatan penerbangan Angkatan Udara Rusia dan Angkatan Udara Turki selama melaksanakan serangan terhadap target-target teroris," demikian bunyi pernyataan itu.

Hubungan Ankara dan Moskow sedang meningkat setelah Turki dan Rusia memperantarai kesepakatan perdamaian untuk seluruh wilayah Suriah. Kesepakatan gencatan senjata di Suriah dicapai pada Desember 2016 atas upaya kedua negara tersebut.

Rusia dilaporkan sudah mulai menggempuri posisi-posisi kelompok ISIS bersenjata di dekat al-Bab. Dukungan Rusia muncul setelah Turki mengecam koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat yang tidak mendukung serangan militer yang dilancarkannya terhadap ISIS.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Rusia, Presiden Vladimir Putin juga kemungkinan akan bertemu bulan depan dalam kerangka Dewan Kerja Sama Tingkat Tinggi Turki-Rusia, menurut laporan surat kabar harian Daily Sabah yang mengutip seorang diplomat.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA