Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Perbatasan Mesir Ditutup, Warga Palestina Marah, Alasan Perbaikan?

Sabtu 04 Jun 2011 21:54 WIB

Rep: C09/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Warga Palestina menggelar aksi demonstrasi di perbatasan Palestina-Mesir di Rafah.

Warga Palestina menggelar aksi demonstrasi di perbatasan Palestina-Mesir di Rafah.

Foto: AP/Eyad Baba

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA - Setelah membuka perbatasan pertama kali secara rutin pada bulan lalu, Mesr ntuk pertama kalinya menutup pintu perbatasannya dengan Gaza pada Sabtu (4/6). Warga Palestina yang marah menyerang gerbang tersebut sebagai bentuk protes.

Petugas perbatasan Palestina mengatakan, tiga buah bus yang membawa 180 penumpang  menunggu beberapa jam untuk melewati perbatasan Rafah, pintu gerbang kelompok Islam Hamas menuju Mesir. Beberapa diantaranya bereaksi dengan memaksa agar gerbang dibuka.

“Kami belum diberi tahu apapun tentang alasan penutupan tersebut, para penumpang marah,” ujar salah seorang petugas.

Polisi Hamas menggiring para warga yang protes tersebut untuk kembali ke ke perbatasan setelah tentara Mesir meminta mereka membubarkan diri. Tidak ada laporan adanya kekerasan atau penangkapan dalam peristiwa tersebut.

Insiden itu terjadi ketika warga Palestina disebut-sebut sedang merencanakan pergerakan ke daerah perbatasan Israel dari negara-negara Arab untuk menandai peringatan 5 Juni penangkapan West Bank dan Gaza oleh Israel pada perang tahun 1967.

Salah seorang sumber dari keamanan Mesir mengatakan bahwa pangkalan di Rafah, satu-satunya pintu gerbang Gaza yang tidak dikontrol Israel, sudah ditutup untuk perbaikan dan akan dibuka kembali pada hari Minggu. Para petugas di Gaza mengaku tidak pernah diberitahu tentang hal itu sebelumnya.

Mesir sudah membuka perbatasan secara rutin pada 28 Mei, sebuah langkah yang memudahkan kondisi wilayah pesisir yang hampir seluruh perbatasannya diblokade Israel itu. Israel beralasan hal itu untuk memastikan Hamas tidak menyelundupkan senjata.

Namun ketegangan terjadi di pangkalan Rafah telah sejak Hamas menganggap Mesir telah membatasi jumlah orang yang diperbolehkan melintasi perbatasan dalam pekan ini..

Petugas perbatasan Hamas mengatakan, Mesir telah menentukan batas maksimum penduduk Gaza yang diperbolehkan melintasi perbatasan, yakni 350 orang per hari. Sedangkan petugas keamanan senior Mesir membantah penetapan kuota tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA