Jumat, 12 Jumadil Awwal 1440 / 18 Januari 2019

Jumat, 12 Jumadil Awwal 1440 / 18 Januari 2019

Erdogan: Akhir dari Organisasi Fethullah Gulen Sudah Dekat

Kamis 10 Jan 2019 10:56 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Fethullah Gulen

Fethullah Gulen

Foto: AP PHOTO
Erdoga menilai Fetullah akan datang ke Turki cepat atau lambat.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA --  Akhir dari Organisasi Teroris Fethullah (FETO) di Turki dan luar negeri sudah dekat. Demikian ditegaskan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu (9/1).

"Saya menyeru semua anggota FETO di dalam luar negeri. Akhir kalian sudah dekat. Kalian tak bisa pergi ke mana-mana, tak ada kegiatan yang bisa dilakukan," kata Erdogan di dalam satu simposium mengenai pemerintah lokal di bawah sistem baru kepresidenan.

Erdogan mengatakan, pemimpin kelompok FETO, Fetullah Gulen yang kini di AS akan datang ke Turki cepat atau lambat. Erdogan sebelumnya menuding FETO dan Gulen berada di balik kudeta gagal pada pada 15 Juli 2016. Upaya kudeta itu menewaskan 251 orang dan melukai hampir 2.200 orang.

Ankara juga menuduh FETO berada di belakang kegiatan yang telah lama berlangsung untuk menggulingkan negara melalui penyusupan ke berbagai lembaga Turki, termasuk militer, polisi dan kehakiman.

"Saya tidak mengetahui sampai kapan mereka yang mendukung pemimpin FETO (Gulen) akan terus mendukung dia, tapi ia cepat atau lambat akan datang ke sini (ke Turki)," kata Erdogan, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Anadolu.

Baca juga, Trump Disebut akan Mengekstradisi Fethullah Gulen.

Erdogan mengatakan bahwa Turki akan memburu anggota FETO sampai mereka tidak memiliki tempat untuk bersembunyi di dunia. Pada Kamis (3/1), para pejabat Turki dan delegasi AS bertemu di Ibu Kota Turki, Ankara, untuk membahas berbagai upaya guna menghadapi FETO.

Pertemuan 11-jam di Ankara Courthouse tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Jaksa Penuntut Umum Ankara Ramazan Dinc, Jaksa Penuntut Umum Ali Alper Saylan, para pejabat Kementerian Kehakiman Turki, dan delegasi AS --termasuk para pejabat FBI.

Kemal Batmaz --yang disebut imam sipil kelompok FETO dan telah dijebloskan ke dalam penjara-- dihadirkan di ruang dengar-pendapat untuk ditanyai. Namun ia dilaporkan menolak untuk memberi keterangan. Selain Batmaz, dua orang lagi juga ditanyai.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES